MagzNetwork

Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan

Teman yang baik saat Safar

Diposting oleh Mastindi | 02.12 | | 0 komentar »

🍂"Dari Uqbah bin Amir Radhiyallhu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
ما من راكب يخلو فى مسيرة بالله و ذكره إلا ردفه ملك، ولا يخلو بشعر و نحوه إلا كان ردفه شيطان
Tidak ada seorangpun Pengendara yang dalam perjalanannya karena Allah dan disertai dengan dzikir, maka yang menjadi penumpangnya adalah malaikat
Sedangkan pengendara yang dalam perjalanannya disertai dengan musik dan nyanyian, maka yang menjadi penumpangnya adalah setan
HR. Thabrani dalam Majmu Al-Kabir, no. 895. disahihkan oleh Albani dalam Shahih Aljami, no. 5706
Jazakumullahu khayran
Artikel

 

Sanad Keilmuwan Nashiruddin Al Albani

Diposting oleh Mastindi | 23.36 | | 0 komentar »

*GURU-GURU DAN SANAD SYEIKH AL-ALBANI*
Membantah, "Syaikh al-Albani tidak memiliki guru dan sanad sampai kepada Nabi Muhammad ﷺ"
.
Ana ambil satu sanad yg cukup bagus yaitu kepada Syaikh Muhammad Ath-Thabakh.
Syaikh al-Albani meriwayatkan dari Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabakh (Ahli Tarikh, Musnid Halab pda zamannya, dosen hadits & Ushul hadits) dngn Ijazah 'ammah utk semua riwayat.
Berikut Sanad Hadits dan keilmuan Syaikh al-Albani yang muttasil (bersambung) sampai kepada Rasulullah ﷺ.
1. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
2. Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabakh
3. Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Arif Khuwaqir Al-Hanbali (w. 1349 H)
4. Muhadits as-Salafi Syaikh Ahmad bin Ibrahim bin Isa An-Najdi (w. 1329 H)
5. al-Allamah al-Mujadid ats-Tsani Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab (w. 1285 H) – penulis kitab Fathul Majid.
6. Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab
7. Abdullah bin Ibrahim al-Madini
8. Mufti Hanabilah Abdulqadir Ath-Taghlabi
9. Abdul Baqi bin Abdul Baqi Al-Hanbali
10. Ahmad bin Muflih Al-Wafai
11. Musa bin Ahmad Al-Hajawi –penulis al-Iqna’
12. Ahmad bin Muhammad al-Maqdisi
13. Ahmad bin Abdullah Al-Askari
14. Ala’uddin al-Mardawi –penulis al-Inshaf.
15. Ibrahim bin Qundus al-Ba’ali
16. Ibnul al-Lahm
17. Ibnu Rajab al-Hanbali
18. Ibnul Qayyim al-Jauziyah
19. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
20. Syaikhul Islam Abdurrahman Ibn Qudamah
21. Al-Imam Abdullah bin Ahmad bin Qudamah –penulis al-Mughni.
22. Al-Imam Abi al-Fatah bin al-Minni
23. Al-Imam Abu Bakr Ahmad ad-Dainuri
24. Al-Imam Abi al-Khathab Mahfudz bin Ahmad al-Kalwadzani
25. Al-Qadhi Abi Ya’la Ibn al-Fara’
26. Al-Imam Abi Abdullah al-Husein bin Haamad
27. Al-Imam Abu Bakar Abdul Aziz al-Khallal
28. Al-Imam Abdullah bin Ahmad bin Hanbal
29. Imam Ahmad bin Hanbal
30. Imam Asy-Syafi’i
31. Malik bin Anas
32. Nafi’
33. Ibnu Umar
34. Nabi Muḥammad Rasūlillah ﷺ
.
Untuk keterangan lebih lengkap silahkan lihat, _*"Sanad al-Imam Nashiruddin al-Albani Rahimahullah"*_ Karya ustadz Abu Abdillah Rikrik Aulia Rahman as-Surianji (Ahli Sanad). Beliau telah mengumpulkan guru dan sanad² Syaikh Al-Albani Rahimahullah Ta'ala. Juga dalam karyanya yg lain, beliau mengumpulkan sanad² hadits dan keilmuan Syaikhul Islam Ibn Taimiyah Rahimahullah, serta sanad² ulama lainnya. Hal ini sekaligus membantah sebagian kalangan yg menganggap bahwa Salafy tdk berguru/bersanad.
.
والله أعلم بالصواب
Semoga bertambah wawasan ilmu pemahaman , Barakallahufiikum

 

Kisah Fitnah Imam Bukhari

Diposting oleh Mastindi | 23.25 | | 0 komentar »

Kisah yang memilukan...

Fakta..
Murid Imam Bukhari Pernah tersisa hingga beberapa Orang Saja, Ternyata Gara-gara ini..
___
Waktu Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah alias IMAM BUKHARI masuk kota Naisabur, Beliau disambut puluhan ribu manusia dari Sultan sampai gembel.
.
Saat itu beliau sudah kelar menulis master piecenya, KITAB SHAHIH BUKHARI, Yang kemudian ditetapkan sebagai kitab paling Valid/Shahih setelah Al-Qur'an Alkarim
.
Beberapa waktu kemudian, Di Naisabur, Beliau mengisi pengajian, Yang seperti biasa selalu dihadiri banyak sekali warga Naisabur.
.
Pengajian beliau selalu berlangsung lancar dan memberi faidah ilmu. Dengan ilmunya yang Masya Allah begitu mendalam, Imam Al-Bukhari menjadi pelita bagi siapapun yang duduk bersamanya.
.
Tapi semuanya berubah. Ketika dalam satu kajian yang diakhiri sesi tanya jawab, Seorang warga ngacung tinggi-tinggi dan bertanya :
.
"Ya syeikh, bagaimana pendapat anda tentang kaidah LAFDZI BILQUR'AN FAHUWA MAKHLUK (Lafadzku ketika membaca Al-Qur'an adalah makhluk) ?"
.
Sang Imam besar terdiam.
Beliau menunduk dalam-dalam beberapa lama.
.
Suasana yang semula senyap dengan cepat berubah jadi bisik-bisik tetangga, Pelan tapi ribut. Sikap hadirin terpecah. Sebagian menghendaki beliau menjawab apa adanya. Sisanya ingin supaya beliau tetap diam, Sebab pertanyaan ini sifatnya menjebak.
.
Tidak tahan dengan gaduh yang semakin gaduh tersebut, Beliau angkat bicara.
Suaranya tertahan dan berhati-hati ketika mengatakan :
.
"Ammaa lafdzii, Fahuwa makhluk...(Adapun lafadzku ini adalah makhluk)"
.
Belum selesai kata-kata, Yang dikemudian hari akan menjadi kitab terkenal tersebut, Selesai diucapkan, Hadirin keburu heboh !
.
Kalimat-kalimat beliau yang berikutnya tertelan riuh rendah kemarahan masyarakat, Karena mereka cuma mendengar kalimat pertama TADI ;
__
"Ammaa lafdzii, Fahuwa MAKHLUK"
(Adapun lafadzku ini adalah makhluk)
__
MEREKA tidak sabar menunggu sang Imam SELESAI MENJELASKAN.
.
Begitu majelis bubar, Segera muncul sebuah fitnah dahsyat :
"IMAM BUKHARI MENYATAKAN BAHWA AL-QUR'AN ADALAH MAKHLUK !"
Petaka dimulai hari itu..!!! "
Kabar "sesat"nya Imam Bukhari sampai juga di telinga Imam agung Naisabur, Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli. Wajah beliau sontak memerah !
.
Baginya, Berita tersebut derajatnya mutawatir karena berasal dari kesaksian ribuan orang yang menyaksikan langsung ceramah Imam Bukhari kemarin itu.
.
Maka tak lama keluarlah fatwa Imam Adz Dzuhli :
.
"Siapa yang datang ke majelis Imam Bukhari, Haram baginya datang ke majelisku !"
Tapi episode kebenaran selalu punya para pembela setia. Dari sekian banyak orang di Naisabur, Yang semuanya mencela Imam Bukhari, Hanya Muslim bin Al-Hajjaj An-Naisabur alias IMAM MUSLIM, Sang pengarang KITAB SHAHIH MUSLIM, Yang membela Imam Bukhari.
.
Dalam kemarahannya atas tahdzir Imam Adz-Dzuhli yang menurutnya sembrono itu, Imam Muslim mencampakkan tumpukan kertas berisi kumpulan fatwa Imam Adz-Dzuhli, Dan berkata :
"Ambil ini ! Aku, Muslim bin Al-Hajjaj, Akan tetap datang ke majelis Imam Bukhari !"
Lalu terjadilah apa yang terjadi
Pengajian Imam Bukhari yang awalnya disambut dan diikuti puluhan ribu manusia, Sejak hari itu dan seterusnya di Naisabur, Cuma dihadiri DUA orang saja, Yaitu Imam Muslim sendiri, Dan Abu Salamah Annaisabur.
Periode ketenaran beliau, Sejak hari itu tenggelam ke titiknya yang terendah sampai akhir hayatnya...
Setelah beberapa lama di Naisabur cuma mengajar dua murid saja, Imam Bukhari memutuskan mudik ke Samarkhand via Bukhara.
Sepanjang perjalanan yang sangat panjang sebab belum ada pesawat, Beliau menulis kitab KHALQU AF-A'LIL I'BAD yang berisi pembelaan sekaligus penjelasan lengkap atas kalimatnya yang terpotong sebelum kelar diucapkan itu.
Ketika transit di Bikanda, Desa kecil antara Bukhara dengan Samarkhand, Sang Imam yang terdzalimi dan diuji oleh buruk sangka manusia itu, Sakit yang membawa pada akhir hayatnya.
Kitab karangan terakhirnya tadi ia serahkan kepada salah seorang, Dari hanya 4 orang yang berada bersama beliau, Ketika wafatnya.
Beberapa waktu kemudian, Kitab tersebut dicetak, Disebarluaskan.
Jutaan orang segera terhentak! Banyak dari mereka bercucuran airmata akibat penyesalan mendalam karena sembrono menghakimi imam terbesar dalam sejarah kaum muslimin.
Lalu dikabarkan berjuta orang segera menziarahi makamnya, Termasuk puluhan ribu kaum muslimin Naisabur.
Mereka rela menempuh jarak yang jauh, Panjang dan meletihkan, Demi menebus perasaan bersalah dan memohon ampun pada Allah atas kesalahan sepele yang mendzalimi Imam Bukhari hingga sakit dan terlunta-lunta.
Sedangkan Imam Muslim sendiri karena marahnya pada Imam Muhammad Yahya Adz Dzuhli yang dianggapnya ceroboh mentahzir / menetapkan status Imam Bukhari, Tidak memasukkan satupun riwayat hadits dari Imam Adz-Dzuhli dalam kitab Shahih Muslim nya, Meskipun riwayat tersebut memenuhi syarat sebagai hadits shahih
Rangkaian kisah diatas meneguhkan pelajaran penting dalam hubungan sesama manusia, Yaitu pentingnya BERTABAYYUN alias CROSSCHECK !
__
Penjelasan dari sumber lain Klik Di sini :
HARI INI
Kita Melihat, Banyak para Da'i yang melakukan pembunuhan karakter kepada Da'i lain, hal itu dilakukan melalui fatwa yang didasarkan dari sepenggal pendapat atau sepenggal kisah hidup Ustadz Fulan padahal Fakta sesungguhnya jauh berbeda dengan apa yang mereka simpulkan
Sehingga terjadi seperti yang terjadi kepada Imam Bukhari. Kaum Muslimin menjauh darinya disebabkan Cerita Palsu Yang beredar di kalangan jamaah.
Peristiwa ini disebut oleh Rasulullah dengan istilah "Istithalatul Rajul" yaitu "Menjatuhkan Kehormatan Saudaranya" yang dalam hadits disebut sebagai "Riba yang paling RIBA".
Menjatuhkan Kehormatan Saudara seiman Dengan Fitnah dan tuduhan bobot dosanya jauh lebih besar dibanding dosa menzinahi ibu. WALHASIL, Selama mereka belum BERTABAYYUN Maka statusnya adalah Ghibah jika benar dan Fitnah Jika salah.
.
Sangat disayangkan, selama cerita itu beredar di tengah tengah jamaah, berapa banyak pahala ibadah mereka yang hancur gara gara asal percaya dan malas BERTABAYYUN.
Dari Al Baro bin Azib, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
((الرِّبَا اثنان وسبعون بابًا، أدناها مثل إتيان الرجل أمَّه، وإن أرْبَى الربا استطالة الرجل في عرض أخيه
“Riba memiliki tujuh puluh dua pintu. Yang paling rendah seperti menzinahi ibu kandungnya. Dan sesungguhnya riba yang paling riba adalah merusak kehormatan saudaranya” (HR Ath Thabrani. Lihat silsilah shahihah no 1871).
Lebih ironi lagi, jika fitnah itu beredar hanya disebabkan oleh "Khilaf Mu'tabar" sebuah perbedaan yang lumrah terjadi sejak dulu yang mana perbedaan itu berada di ranah Cabang bukan ushul.
Kemudian Jamaah mensikapinya seakan perbedaan itu berada di ranah Ushul yang jika berbeda sedikit saja Jatuh lah vonis Kafir.
Maka, hendaknya jamaah yang masih awam, belum memahami bahasa Arab, Baca al Quran masih belepotan seharusnya tidak ikut campur masuk ke level itu karena mereka akan mudah disetir mindsetnya oleh orang lain.
Sedangkan orang yang sudah memahami bahasa Arab ketika mendapatkan cerita ini-itu dia akan langsung merujuk kepada rujukan primer yaitu berupa kitab kitab berbahasa arab sebagai upaya tidak terjebak kepada vonis keliru dan upaya untuk berbuat adil kepada
SAUDARANYA.
Allah berfirman :
وَلَا یَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰۤ أَلَّا تَعۡدِلُوا۟ۚ
Jangan Hanya Karena kalian tidak menyukai suatu hal dari satu kaum lantas kalian tidak berbuat Adil..
[Surat Al-Ma'idah 8]
_____
Diambil dari fb PesantrenInklusi Griya Sunnah dan gambar dari ustadz Khudori Bagus Hafidzahullah

SEMARAK KAJIAN SALAF

Diposting oleh Mastindi | 18.49 | | 0 komentar »

Kajian Salafi yg mengusung pemurnian Islam yang mulai rusak oleh Khurafat dan Tahayyul serta Bid’ah akibat sinkretisme .

Kajian Salafi mulai nampak ketika datangnya para santri yg belajar di Yaman sekitar tahun 80 an.

Di Yaman mereka berguru kpd seorang syekh yg bernama Syek Muqbil , dengan sanad , Asy Syaukani- Imam Bukhari lalu Rasulullah.
Selanjutnya mulai di tambah dgn banyaknya para pelajar yg datang dari  Mesir , Maroko , Mekkah dan Madinah dengan metode kajian yg ilmiyyah bersumber dari al-Qur,an dan sunnah dgn pemahaman para Salafush Shaleh kajian ini banyak diterima kalangan terpelajar , dari PNS , Dokter , Dosen Mahasiswa , maka tak Heran Group Perusahaan Besar semacam Astra Isternasional  banyak mengambil Ustadz terutama dari mekkah dan Madinah serta Yaman untuk mengisi kajian di Perusahaannya . di samping itu masjid masjid Rumah sakit dan instansi pemerintah juga banyak menggunakan tenaga Dai dari kalangan Ustadz ustadz lulusan Mekkah Madinah.

Kajian Salafi yang marak bahkan mendominasi di media Sosial jelas menimbulkan rasa Hasud dari sebagian ustadz yg selama ini terlanjur di kultuskan , sehingga dihembuskanlah istilah “WAHHABI , yg mereka sendiri banyak yg tidak fahama hakikat dari wahhabi tersebut, apalagi jamaahnya.

Selain istilah Wahhabi juga sebagian orang tua merasa Khawatir akibat doktrin yg di bentuk oleh ustadz yg hasud ketika melihat putrinya berjilbab lebar atau putranya rajin shalat berjamaah.
Saya pernah guyon dan mencoba respon dari seorang ustadz tentang putrinya yang mulai berjilbab lebar

Saya : tadz anak ustadz kayaknya ngaji sama ustadz alumni Madinah.

Ustadz : emang kenapa (dia balik bertanya)

saya : nanti jadi sesat loh tadz , lihat saja jilbabnya dah gak kayak dulu.

Ustadz : yang benar saja . masa belajar dari alumni Madinah bisa sesat ? nabi  besar mengajar dan meninggal di sana , islam dari sana (kayaknya dia marah)

Dengan catatan ini saya mengajak

ketika anak kita Istri kita , teman , mulai Hijrah dukung mereka, jangan sampai hijrahnya hanya sebatas propertinya biarkan ilmunya bertambah dalam tentang agama ini.
Islam adalah agama dalil, tanyakan “kamu berbuat ini mana dalilnya , insya Allah jika kita dukung dia menambah ilmu akan dapat menjawab , tak kalah penting dari itu yakni terbentuknya adab kpd sesama, karena yg banyak terjadi ketika mereka baru hijrah , lalu kita meng cut kegiatan mengaji mereka akhirnya mereka mudah menyalahkan amalan orang lain.
Saya mulai mengikuti berbagai kajian dari tahun 1984 ketika terjadi peristiwa Priok berdarah , terus masuk ke berbagai Khalaqah sehingga kini lebih merasa tenang di kajian Salaf.
Semoga bermanfaat.

Musibah ketika kita jauh dari ulama

Diposting oleh Mastindi | 14.31 | | 0 komentar »
Prediksi Rasulullah tidak pernah salah , karena ucapannya adalah bimbingan Wahyu.
ketika kita menjauh dari ulama dari Fuqaha , artinya jauh dari majelis ilmu , padahal kebutuhan kita akan ilmu melebihi kebutuhan makan dan minum , kita lebih senang dan betah dengan sesuatu yang melalaikan kita. maka tidak perlu bertanya 'mengapa Allah menimpakan kita dengan dengan berbagai musibah.
Jerih payah kita dalam bekerja seperti tak bernilai, meski banyak yang kita dapat selalu terasa kurang , pertanda Allah mengangkat keberkahan rizeki.
bekerja kita bahkan kadang tak wajar, berangkat saat hari masih gelap dan pulang ketika semua anggota keluarga telah lelap, termasuk dari itu mahalnya harga harga dengan kenaikan yang tidak wajar , terasa jelas mencekik dan menguras pendapatan kita.
Yang berkuasa atas kita adalah pemimpin dzalim , dan yang kita lakukan mencaci bukan mendoakan agar Allah melembutkan hatinya, sehingga kedzalimannya semakin bertambah. kita berteriak teriak di tepi jalan , mengumpat dan memaki , padahal kita tahu dengan aturan yang di buat manusia sendiri , penguasa tak akan turun sebelum waktunya , yang ada nafsu berkuasa semakin menjadi jadi.
yang terakhir saat kita kembali tanpa membawa sesuatu yang sangat bernilai dalam diri seorang Muslim , yakni Iman. itulah musibah terbesar bagi seorang Muslim.
Naudzu billah min dzalik.

"CADAR, bukan dominasi akhwat Salafi.

Diposting oleh Mastindi | 19.43 | | 0 komentar »
tahun 2000 ke bawah sangat jarang kita menyaksikan wanita bercadar dengan gamis lebar, yang saya tahu waktu itu yang bercadar adalah pengikut aliran isa bugis (yang telah di fatwa sesat oleh MUI)
dan tahun tahun belakangan tidak sulit kita temui wanita bercadar dan bergamis lebar dari akhwat komunitas kajian sunnah s/d artis sekali pun.
namun banyaknya fenomina tersebut masih membuat sebagian masyarakat kita merasa risih , padahal yang mereka terapkan adalah bagian dari pelaksanaan sunnah , sebagai wujud ketaatan kepada Islam , sebagian malah memberi label salafi , wahabi bahkan teroris .

lalu bagaimana cadar menurut pandangan ulama NU , sebagai ormas terbesar di negeri ini..

dalam kitab klasik yang biasa di kaji kalangan pesantren yakni "Safinatun najah dijelaskan ..

"فصل: العورات أربع: الرجل مطلقا والأمة في الصلاة ما بين السرة والركبة.

“Fasal (tentang aurat)

Aurat itu ada empat macam:

Pertama, aurat laki-laki dalam semua keadaan dan aurat budak perempuan adalah bagian badan antara pusar dan lutut.

وعورة الحرة في الصلاة جميع بدنها ما سوي الوجه والكفين.

Kedua, aurat perempuan merdeka (baca:bukan budak) ketika shalat adalah seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.

وعورة الحرة والأمة عند الأجانب جميع البدن.
Ketiga, aurat perempuan merdeka dan budak perempuan yang harus ditutupi ketika bersama dengan laki-laki ajnabi (bukan mahrom) adalah seluruh anggota badannya.

وعند محارمهما والنساء ما بين السرة والركبة.
Keempat, aurat perempuan merdeka dan budak perempuan yang harus ditutupi ketika bersama dengan laki-laki yang berstatus mahrom dengannya adalah bagian badan antara pusar dan lutut” (Safinatun Najah yang dicetak Nurud Duja-terjemah Safinatun Najah dalam bahasa Jawa- hal 58-59, terbitan Menara Kudus tanpa tahun).(copas)

pada bagian ke empat dari kitab klasik tersebut sangat jelas , tidak akan dapat terlaksana prakteknya kecuali dengan bercadar.
adapun dalam pandangan ulama saudi cadar menjadi wajib manakala menimbulkan fitnah , dan sunnah bila tidak . hal ini juga terjadi pada ulama syafi'iyah (imam syafi'i) yang banyak di anut oleh ulama NU.
dalam Mazhab Syafii –ditimbang oleh kaedah-kaedah mazhab- adalah pendapat yang mengatakan bahwa seluruh badan muslimah itu wajib ditutupi ketika hendak keluar rumah. Pendapat inilah yang dipilih dan difatwakan oleh NU (copas)

melalui artikel ini saya mengajak kepada rekan , untuk memperluas wawasan ke islaman kita , di mana cadar sudah mulai dipakai juga oleh saudara kita yang sekampung halaman , agar memberi pencerahan kepada keluarga ketika melihat wanita bercadar, dengan tidak melecehkannya.

Ujian dan cobaan

Diposting oleh Mastindi | 02.22 | | 0 komentar »
Ketika Allah menguji seorang hamba  dengan suatu musibah , ketahuilah ujian tersebut bukan semata untuk hamba tersebut, melainkan juga melibatkan yang lainnya.

Allah ingin menunjukkan,

Untuk keluarganya, sejauh mana keharmonisannya.

Untuk kerabat dan familinya ,sejauh mana kedekatan hubungan  keluarga besarnya.

Untuk tetangganya, Sejauh mana  terbina hubungan sosialnya.

Untuk rekan sejawat nya,Sejauh mana menunjukkan rasa empati nya

Untuk saudaranya yang Muslim, sejauh mana mereka menunaikan hak-hak dan kewajibannya.


Sayyidina Ali Kw. Pernah ditanya oleh seorang sahabatnya “ Wahai Ali .. berapa banyak temanmu, Ali Kw. Menjawab, “akan aku hitung mereka ketika aku mendapat musibah.

Rasulullah menegaskan lagi “ Tidak beriman salah seorang di antara kalian , sehingga kalian mencintai saudaranya, sebagaimana mencintai dirinya sendiri (al-hadits).
Terkadang agar kepuasan dapat tercapai , kita kehilangan nalar sehat dengan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nurani kita sebagai seorang muslim.

Qaidah syara mendefinisikan “mabok, dengan “ perasaan senang , atau menyenangi sesuatu secara  berlebihan disertai berkurangnya fungsi akal, telah merasuki jiwa-jiwa yang hampa dari nilai nilai ruhiyah, sehingga melupakan dari mana dia berasal , sedang apa dan akan kemana, bukan lagi endingnya, namun klimaxnya adalah  hilangnya rasa sensitivitas kita terhadap dosa , bahkan terhadap resiko kehilangan keluarga atau teman-teman yang selalu mengajak kepada yang haq.


benar ungkapan dalam bahasa Arab" kencingi sumur zam-zam maka kamu akan terkenal.

Mencari kata yang tepat untuk menilai

Diposting oleh Mastindi | 01.16 | | 0 komentar »
Mencari ungkapan yang tepat

Selasa 24 Maret 2015 sehabis mengajar sekitar jam 20.00 mencoba mengintip kompetisi ajang pencari bakat di sebuah stasiun televisi.. pertama kali melihat entah peserta yang ke berapa, namun yang jelas seorang wanita cantik dengan lagu yang telah selesai dinyanyikan.

Beberapa orang dari tim juri sedang memberikan komentar mungkin sebagai bahan koreksi untuk penampilan berikutnya agar lebih baik, setelah memberikan koreksi pada pada lagu maka tibalah saatnya memberikan koreksi dari tata busana, sang peserta berputar memperlihatkan bagian belakangnya , pada saat itu busana yang dipakai sang calon artis dari pinggang ke atas transparan dengan motif daun di samping , sang tim juri memberikan pujian karena memang pantas sang artis memakainya lantaran kemulusan tubuhnya, tidak ada baret , kotoran bahkan polisi tidur “katanya, sambil melawak. Tidak lama sang artis pun berputar sang juri sempat memegang (maaf) tapi BH peserta sambil berkata “ini tepat agar isinya tidak terburai  kemana-mana (kurang lebih)...

Naudzu billah .. tsumma naudzu billah bin dzalik.

Dengan kaca mata apa harus menilai, kaca mata seni atau kaca mata agama.

Tentunya dari sisi mana kita memandang maka hasil penilaiannya jelas berbeda...

Tapi kita sebagai Muslim, tentunya bisa bersikap dan berkata

"Saya suka seni, tapi saya Muslim, atau malah berkata sebaliknya
"Saya Muslim, tapi kan saya suka seni..

Bila yang pertama sikap kita, tentu tolak ukurnya jelas, yakni Ridha Allah

Namun bila yang kedua, maka tolak ukurnya ialah perasaan.

Kesimpulannya ... tolong ajarkan

Ungkapan apa yang tepat untuk acara tersebut ? bila tolak ukurnya norma agama.



JAGA LISAN

Diposting oleh Mastindi | 16.09 | | 0 komentar »
Dalam terminologi bahasa Arab “LAFADZ bukan lah kata, namun HURUF , yang setelah setelah tersusun menjadi kata lalu menjadi kalam atau kalimat.

Maka itu jaga lisan kita, baik yang terucap maupun yang tertuang dalam dalam tulisan seperti di FB, karena tak sedikit pun terlewat dari pengawasan Allah serta catatan Malaikat.

Dengan ucap dan tulis kita bisa membuat orang senang, juga dengan salah satu atau keduanya bisa menjadikan orang lain merasa tidak tenang.

Ingatlah selalu !.., malaikat menulis semua amaliah, baik berupa gerakan lisan, tulisan tangan, maupun  langkah kaki dll, dan mereka tidak pernah lalai dalam tugas.

Dalam sebuah hadits dikatakan “ semakin banyak kamu bicara semakin banyak kamu berbuat salah, artinya semakin banyak kamu berbuat dosa, maka dengan demikian semakin  lama proses di padang mahsyar dan semakin berat dan besar pertanggung jawabannya kelak.


MELIHAT OBJEK SECARA BIJAK

Diposting oleh Mastindi | 05.31 | | 0 komentar »
Melihat bentuk sebuah rumah  memang nampak nyata dan leluasa bila kita melihatnya dari luar, namun jika kita ingin mengetahui  bentuk dan jumlah kamarnya , desain  interiornya bahkan penghuninya , akan sangat bijak bila kita masuk ke dalamnya.

Ingat.. terkadang penampilan atau casing tidak mencerminkan  kepribadian  yang sesungguhnya, suatu ketika untuk suatu keperluan saya satu mobil dengan  pemuda Ambon , tampangnya seram bewok dengan warna kulit yang khas, asumsi kami orang tersebut pasti Non Muslim dan brandalan , namun   asumsi itu hilang seketika saat kendaraan muali berjalan, dengan fasih ia membaca “Bismillahirrahmanirrachim setelah saya kenal dekat ternyata pemuda itu  pribadi yang supel dan humoris.

Pernah membaca buku karangan Qurais sihab  ? “membumikan al-Qur,an  , kita akan tahu indahnya bumi yang dihiasi dengan ajaran al-Qur,an , saat melihatnya dari luar bumi ,namun lebih indah lagi bila kita menjadi penghuni di dalamnya.
Wallahu a’lam bissawab.



Falsafah Hamzah Washal

Diposting oleh Mastindi | 01.21 | | 0 komentar »
Bagi yang pernah belajar ilmu sharraf pasti mengenal hamzah washal

Washal dalam istilah bahasa secara umum berarti menyambung, adapun  fungsinya dalam sharraf untuk membantu menghidupkan kalimat yang huruf awalnya sukun atau mati , baik itu kata benda maupun kata kerja.

Pada awalnya ketika seseorang masih seperti  manusia pada umumnya  ibarat kata benda (isim) masih bermakna umum (Nakirah), namun ketika ia berniat meningkatkan status sosialnya, saat itulah ia ingin dirinya punya makna yang lain yang lebih khusus, seperti gelar misalnya yang akan menjadi atribut hingga ia bisa tampil berbeda dari manusia secara umum.

Dalam ilmu Nahwu & Sharraf salah satu yang umum di pakai untuk mengkhususkan (me-makrifat-kan) kata benda , ialah dengan memasukkan ‘AL (alif & lam) , namun yang mesti kita ketahui dari paket “AL tersebut,sebenarnya bukan ALIF & LAM (karena Alif tidak bisa berharkat) melainkan HAMZAH dan LAM , Hamzah itulah yang disebut Hamzah Washal, di mana posisi awal pada kalimat sebenarnya bukan pada Hamzah tapi pada LAM, yang dalam posisi sukun atau mati, adapun masuknya Hamzah , agar suatu kalimat dapat terbaca , dan endingnya dapat diberi makna.

Lalu apa korelasi dari perumpamaan di atas ?

Untuk para kandidat yang akan berkompetisi pada pilkades yang akan datang, Ingat !..  pada awalnya anda bukan siapa-siapa, anda seperti  orang kebanyakan , dan ketika anda berniat meningkatkan status sosial anda dengan sebuah atribut  , maka mutlak anda butuh orang lain, butuh konstituen yang akan membantu mewujudkan cita-cita dan idealisme anda, ibarat  isim Nakirah (umum) ketika ingin menjadi makrifat (khusus) butuh “AL, sebagaimana hamzah washal, terkadang  ia berharkat Katsrah sebagai Personifikasi dari kalangan bawah, terkadang Dhommah, sebagai Personifikasi dari kalangan menengah serta Fathah sebagai  Personifikasi dari kalangan atas.

Dan bila kelak anda terpilih jangan abaikan golongan hamzah washal itu, karena bila anda di eja , anda kembali bukan siapa-siapa.

 Adapun terhadap yang tidak memilihmu , jangan engkau dzalimi  haknya, karena mereka juga punya hak sama untuk disejahterakan, karena sebagai  pegawai pemerintah , engkau adalah kepanjangan tangan negara untuk  kemaslahatan rakyatnya.

Penduduk Jakarta secara konstitusi memang tidak punya hak untuk memilih, tapi secara genetika  kami tetap warga Giligenting  sebagai tanah leluhur , Rasul yang mulia saja ketika akan berhijrah ke Madinah sempat bersedih meninggalkan Mekkah sebagai tempat kelahirannya, apa lagi kami.


Jangan coba abaikan peran penduduk gili yang ada di perantauan, karena perputaran roda ekonomi di kampung,terjadi disebabkan suplay rupiah dari luar.

salurkan zakat melalui amil zakat.

Diposting oleh Mastindi | 09.18 | | 0 komentar »
Untuk Ikhwan & Akhwat yang hartanya sudah memenuhi nisab dan khaul, ada baiknya pertimbangkan saat akan menyalurkan zakat, di berikan sendiri agar tepat sasaran seperti keinginan kita, atau melalui amil , agar sesuai secara syar’e seperti yang Allah jelaskan dalam surat 9 ayat 60.

Menurut saya ada baiknya kita serahkan kepada Amil zakat yang ada di sekitar kita atau lembaga yang sudah profesional dalam pengelolaan zakat. ada beberapa hal mengapa kita di sunnahkan berzakat melalui amil zakat

Pertama . agar terhindar dari Riya

Kedua : agar mustahiq tidak merasa berhutang budi , karena ia tidak tahu siapa muzakkinya, padahal zakat itu memang merupakan haknya, yang Allah titipkan kepada para Muzakki.

Ke tiga :Dengan pengelolaan yang baik , (berbeda dengan zakat fitrah, yang harus di bagi habis karena bersifat konsumtif), zakat maal  bila dikelola secara profesional dan amanah bisa meningkatkan taraf hidup mustahiq (semacam memberi modal kerja) setidaknya mustahiq tahun ini dapat menjadi Muzakki tahun depan.

Artinya, mari jadikan lembaga amil zakat sebagai sarana atau wasilah atau mediator  , agar gap atau jurang perbedaan strata sosial antara Aghniya dan Fuqara wal masakin tidak semakin lebar.

Kelalaian saat kita memberi sendiri zakat maal kita ialah,  yakni terkadang kita memberikan kepada orang yang sebenarnya masih dalam tanggungan kita. Bukan 8 asnaf/golongan yang Allah maksudkan.

Selain itu ada sebagian para pedagang menjadikan bingkisan kepada pelanggan sebagai bahagian dari zakat, ini adalah anggapan yang keliru. padahal hal tersebut terjadi karena kaitan dengan kerja sama yang saling menguntungkan.



Fitrah manusia

Diposting oleh Mastindi | 07.34 | | 0 komentar »
Sekedar sharing melanjutkan bahasan kita siang tadi, saya melihat dan memahami dari ungkapan  sisi yang paling mudah kita fahami sebagai orang awam.

Pertama : Zuyyina/dihiasi ini merupakan takdir yang menjadi fitrah manusiawi artinya sifat ini sudah terintegrasi dalam penciptaan kita.

Kedua : linnasi /untuk manusia (khusus manusia saja) ini dapat kita fahami bila kit abaca secara utuh , yakni tidak mungkin selain manusia senang kepada Emas atau kendaraan.

Ketiga : Hubbush shahawati / kecenderungan menyukai dan disinilah entri poinnya., yakni

a.    Minannisai wal banina /Kepada istri dan anak-anak sebagai pendamping yang melayani dan memahami kita juga anak – anak sebagai generasi penerus  keturunan atau keluarga.

b.    Wal qanatiril mukantharati minadz dhahabi wal fiddhati wal hailil musawwamati/harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, hal tersebut sebagai  symbol strata social , atau kedudukannya secara social di mata masyarakat.

c.    Wal an’ami wal hartsi/binatang-binatang ternak dan sawah ladang , juga merupakan symbol dari kesuksesan karir.

Kesemuanya itu merupakan “mata’ul hayatat dunya/ kesenangan kehidupan di dunia ,Namun yang perlu digaris bawahi dan menjadi perhatian ialah

“Wallahu ‘endahu husnul maab/dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
Artinya, bagaimana kita mampu dengan Iman sebagai karunia tertinggi yang Allah anugerahkan kepada kita, kita mampu menjadikan semua itu sebagai wasilah yang akan menghantarkan kita tetap berada dalam koridor ridha-Nya.

Sehingga Allah menjadikan kita pantas kembali kepada sang pemberi kenikmatan tersebut dengan balasan surge, sebagai tempat kembali yang paling baik.

apa yang saya sampaikan sekedar apa yang saya fahami, untuk memahami lebih dalam lagi perlu waktu khusus agar kita bisa mengclerkan ayat ini dengan ayat yang lain hingga saling mendukung dan melengkapi.


Wassalam.