MagzNetwork

Kejahatan Fakhri Basyah

Diposting oleh Mastindi | 02.19 | | 0 komentar »

[Di dalam dokumen tersebut diceritakan bahwa seorang insinyur melarikan diri dari Madinah agar dia tidak melakukan apa yang menjadi perintah Fakhri Basya.]
Yang mau bongkar Makam Nabi itu orang Turki. Bukan Wahabi Saudi. Kalian yang mengkoar koarkan Klan Saud mau membongkar makam Nabi, bertobatlah dari fitnah yang kalian dengungkan.
Ala_nu
Cc: Indonesian Hoaxes
✍ copas
.:: 3 Kejahatan Besar Fakhri Basya di Tanah Haram ::.
Belum pernah terjadi sepanjang sejarah di kota al-Madinah al-Munawarah, baik dalam kondisi aman atau dalam kondisi perang, seseorang bermaksud membongkar makam nabi Muhammad sholallahu ’alaihi wassallam.
Tetapi ini benar terjadi oleh seorang penjahat besar dari bangsa Turki Utsmani, Fakhri Basya.
Sebuah dokumen tertanggal 13 Juni 1917 M, yang dikirim seorang menteri Prancis di Kairo untuk Menteri Luar Negeri Prancis mengungkapnya.
Koran Al-Qiblah nomor 86 tanggal 21 Sya’ban 1335 H, juga mempublikasikan kejadian sejarah yang pernah terjadi di kota Madinah ini.
Syaikh ‘Ashim Nahidh Al-Syarif al-Hijari, Profesor Kuliyah Adab wa Ulum al-Insaniyah di Universitas Taibah, al-Madinah al-Munawwarah, menjelaskan:
“Sebuah dokumen menyebutkan tentang deretan kejahatan besar Fakhri Basya di kota Madinah, yang tidak bisa terbayangkan oleh akal dan sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim yang di hatinya masih tersisa keimanan walau hanya sebiji sawi, yang mengaku mencintai nabi Muhammad sholallahu ’alaih iwassallam.
Di dalam dokumen tersebut diceritakan bahwa seorang insinyur melarikan diri dari Madinah agar dia tidak melakukan apa yang menjadi perintah Fakhri Basya.
Yaitu merenovasi menara masjid Nabi agar nantinya mempersiapkan senapan mesin di atasnya.
Disebutkan juga rencana Fakhri Basya untuk membongkar makam Nabi Muhammad sholallahu ’alaihi wassallam, dengan alasan memastikan keberadaan jasad beliau yang mulia.
Padahal, diketahui bersama tentang pembongkaran makam pada umumnya, bagaimana dengan nabi Muhammad sholallahu ’alaihi wassallam, yang kehormatannya di atas semua makhluk, baik ketika beliau masih hidup maupun telah wafat!”
Kondisi Penduduk Madinah di Bawah Kekuasaan Fakhri Basya
Penduduk kota Madinah menjalani kehidupan yang kelam selama 4 tahun, antara tahun 1916 hingga 1919 M. Terjadi genosida, anak-anak, pria dan wanita.
Fakta sejarah “Seferberlik,” memaksa 40 ribu lebih warga Madinah harus terusir dari tanah kelahirannya. Mereka diungsikan paksa ke Syria, Irak, Palestina, Yordania dan Turki.
Sementara yang tersisa tak lebih hanya 140 penduduk Madinah, harus menjalani kehidupan dangan penuh penindasan, kelaparan merajalela, dan terpisah dari keluarga.
Di saat yang sama, Masjid Nabawi dijadikan markas militer dan dijarah kekayaannya dan dilarikan ke Turki.
3 Kejahatan Terbesar di Tanah Haram
Di bawah kekuasaan Fakhri Basya, seorang yang telah merampas kehormatan dan menumpahkan darah.
Jenderal penguasa yang paling kejam dan diktator dari kalangan Turki Utsmani. Digambarkan sebagai seorang yang tidak memiliki belas asih, mampu melakukan apa saja yang menjadi keinginannya, walau harus menciderai tempat-tempat suci agama.
Dia terkenang dengan 3 kejahatan yang luar biasa, yang diabadikan sepanjang sejarah;
🔹️Pertama, “Seferberlik,” genosida dan pengusiran warga Madinah secara masif.
🔹️Kedua, pencurian manuskrip-manuskrip dan harta kekayaan kota Madinah.
🔹️Dan ketiga, menjadikan masjid Nabawi sebagai basecamp militer dan gudang pesenjataan.
Bahkan kegilaan Fakhri Basya tidak ada batasnya, di antaranya memerintahkan pasukannya merubah menara-menara masjid Nabawi sebagai posisi tembak.
Yang hampir terjadi adalah rencana Fakhri Basya membongkar makam Nabi Muhammad sholallahu’alaihi wassallam. jll
Saksikan videonya:
Sumber:
1. Fushul min Tarikh al-Madinah al-Munawwarah, Ali Hafidz, cet. 3, 1996.
2. Tarikh Daulah Utsmaniyah, Ibrahim Muhammad Husnain, cet. 1, 2014.
2. Salathin Daulah al-Utsmaniyah, Shaleh Kaulan, cet. 1, 2013.
3. Mashr Utsmaniy, Jarjiy Zaidan, Cairo, 2012.
Dan lain-lain.

 

Kisah Fitnah Imam Bukhari

Diposting oleh Mastindi | 23.25 | | 0 komentar »

Kisah yang memilukan...

Fakta..
Murid Imam Bukhari Pernah tersisa hingga beberapa Orang Saja, Ternyata Gara-gara ini..
___
Waktu Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah alias IMAM BUKHARI masuk kota Naisabur, Beliau disambut puluhan ribu manusia dari Sultan sampai gembel.
.
Saat itu beliau sudah kelar menulis master piecenya, KITAB SHAHIH BUKHARI, Yang kemudian ditetapkan sebagai kitab paling Valid/Shahih setelah Al-Qur'an Alkarim
.
Beberapa waktu kemudian, Di Naisabur, Beliau mengisi pengajian, Yang seperti biasa selalu dihadiri banyak sekali warga Naisabur.
.
Pengajian beliau selalu berlangsung lancar dan memberi faidah ilmu. Dengan ilmunya yang Masya Allah begitu mendalam, Imam Al-Bukhari menjadi pelita bagi siapapun yang duduk bersamanya.
.
Tapi semuanya berubah. Ketika dalam satu kajian yang diakhiri sesi tanya jawab, Seorang warga ngacung tinggi-tinggi dan bertanya :
.
"Ya syeikh, bagaimana pendapat anda tentang kaidah LAFDZI BILQUR'AN FAHUWA MAKHLUK (Lafadzku ketika membaca Al-Qur'an adalah makhluk) ?"
.
Sang Imam besar terdiam.
Beliau menunduk dalam-dalam beberapa lama.
.
Suasana yang semula senyap dengan cepat berubah jadi bisik-bisik tetangga, Pelan tapi ribut. Sikap hadirin terpecah. Sebagian menghendaki beliau menjawab apa adanya. Sisanya ingin supaya beliau tetap diam, Sebab pertanyaan ini sifatnya menjebak.
.
Tidak tahan dengan gaduh yang semakin gaduh tersebut, Beliau angkat bicara.
Suaranya tertahan dan berhati-hati ketika mengatakan :
.
"Ammaa lafdzii, Fahuwa makhluk...(Adapun lafadzku ini adalah makhluk)"
.
Belum selesai kata-kata, Yang dikemudian hari akan menjadi kitab terkenal tersebut, Selesai diucapkan, Hadirin keburu heboh !
.
Kalimat-kalimat beliau yang berikutnya tertelan riuh rendah kemarahan masyarakat, Karena mereka cuma mendengar kalimat pertama TADI ;
__
"Ammaa lafdzii, Fahuwa MAKHLUK"
(Adapun lafadzku ini adalah makhluk)
__
MEREKA tidak sabar menunggu sang Imam SELESAI MENJELASKAN.
.
Begitu majelis bubar, Segera muncul sebuah fitnah dahsyat :
"IMAM BUKHARI MENYATAKAN BAHWA AL-QUR'AN ADALAH MAKHLUK !"
Petaka dimulai hari itu..!!! "
Kabar "sesat"nya Imam Bukhari sampai juga di telinga Imam agung Naisabur, Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli. Wajah beliau sontak memerah !
.
Baginya, Berita tersebut derajatnya mutawatir karena berasal dari kesaksian ribuan orang yang menyaksikan langsung ceramah Imam Bukhari kemarin itu.
.
Maka tak lama keluarlah fatwa Imam Adz Dzuhli :
.
"Siapa yang datang ke majelis Imam Bukhari, Haram baginya datang ke majelisku !"
Tapi episode kebenaran selalu punya para pembela setia. Dari sekian banyak orang di Naisabur, Yang semuanya mencela Imam Bukhari, Hanya Muslim bin Al-Hajjaj An-Naisabur alias IMAM MUSLIM, Sang pengarang KITAB SHAHIH MUSLIM, Yang membela Imam Bukhari.
.
Dalam kemarahannya atas tahdzir Imam Adz-Dzuhli yang menurutnya sembrono itu, Imam Muslim mencampakkan tumpukan kertas berisi kumpulan fatwa Imam Adz-Dzuhli, Dan berkata :
"Ambil ini ! Aku, Muslim bin Al-Hajjaj, Akan tetap datang ke majelis Imam Bukhari !"
Lalu terjadilah apa yang terjadi
Pengajian Imam Bukhari yang awalnya disambut dan diikuti puluhan ribu manusia, Sejak hari itu dan seterusnya di Naisabur, Cuma dihadiri DUA orang saja, Yaitu Imam Muslim sendiri, Dan Abu Salamah Annaisabur.
Periode ketenaran beliau, Sejak hari itu tenggelam ke titiknya yang terendah sampai akhir hayatnya...
Setelah beberapa lama di Naisabur cuma mengajar dua murid saja, Imam Bukhari memutuskan mudik ke Samarkhand via Bukhara.
Sepanjang perjalanan yang sangat panjang sebab belum ada pesawat, Beliau menulis kitab KHALQU AF-A'LIL I'BAD yang berisi pembelaan sekaligus penjelasan lengkap atas kalimatnya yang terpotong sebelum kelar diucapkan itu.
Ketika transit di Bikanda, Desa kecil antara Bukhara dengan Samarkhand, Sang Imam yang terdzalimi dan diuji oleh buruk sangka manusia itu, Sakit yang membawa pada akhir hayatnya.
Kitab karangan terakhirnya tadi ia serahkan kepada salah seorang, Dari hanya 4 orang yang berada bersama beliau, Ketika wafatnya.
Beberapa waktu kemudian, Kitab tersebut dicetak, Disebarluaskan.
Jutaan orang segera terhentak! Banyak dari mereka bercucuran airmata akibat penyesalan mendalam karena sembrono menghakimi imam terbesar dalam sejarah kaum muslimin.
Lalu dikabarkan berjuta orang segera menziarahi makamnya, Termasuk puluhan ribu kaum muslimin Naisabur.
Mereka rela menempuh jarak yang jauh, Panjang dan meletihkan, Demi menebus perasaan bersalah dan memohon ampun pada Allah atas kesalahan sepele yang mendzalimi Imam Bukhari hingga sakit dan terlunta-lunta.
Sedangkan Imam Muslim sendiri karena marahnya pada Imam Muhammad Yahya Adz Dzuhli yang dianggapnya ceroboh mentahzir / menetapkan status Imam Bukhari, Tidak memasukkan satupun riwayat hadits dari Imam Adz-Dzuhli dalam kitab Shahih Muslim nya, Meskipun riwayat tersebut memenuhi syarat sebagai hadits shahih
Rangkaian kisah diatas meneguhkan pelajaran penting dalam hubungan sesama manusia, Yaitu pentingnya BERTABAYYUN alias CROSSCHECK !
__
Penjelasan dari sumber lain Klik Di sini :
HARI INI
Kita Melihat, Banyak para Da'i yang melakukan pembunuhan karakter kepada Da'i lain, hal itu dilakukan melalui fatwa yang didasarkan dari sepenggal pendapat atau sepenggal kisah hidup Ustadz Fulan padahal Fakta sesungguhnya jauh berbeda dengan apa yang mereka simpulkan
Sehingga terjadi seperti yang terjadi kepada Imam Bukhari. Kaum Muslimin menjauh darinya disebabkan Cerita Palsu Yang beredar di kalangan jamaah.
Peristiwa ini disebut oleh Rasulullah dengan istilah "Istithalatul Rajul" yaitu "Menjatuhkan Kehormatan Saudaranya" yang dalam hadits disebut sebagai "Riba yang paling RIBA".
Menjatuhkan Kehormatan Saudara seiman Dengan Fitnah dan tuduhan bobot dosanya jauh lebih besar dibanding dosa menzinahi ibu. WALHASIL, Selama mereka belum BERTABAYYUN Maka statusnya adalah Ghibah jika benar dan Fitnah Jika salah.
.
Sangat disayangkan, selama cerita itu beredar di tengah tengah jamaah, berapa banyak pahala ibadah mereka yang hancur gara gara asal percaya dan malas BERTABAYYUN.
Dari Al Baro bin Azib, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
((الرِّبَا اثنان وسبعون بابًا، أدناها مثل إتيان الرجل أمَّه، وإن أرْبَى الربا استطالة الرجل في عرض أخيه
“Riba memiliki tujuh puluh dua pintu. Yang paling rendah seperti menzinahi ibu kandungnya. Dan sesungguhnya riba yang paling riba adalah merusak kehormatan saudaranya” (HR Ath Thabrani. Lihat silsilah shahihah no 1871).
Lebih ironi lagi, jika fitnah itu beredar hanya disebabkan oleh "Khilaf Mu'tabar" sebuah perbedaan yang lumrah terjadi sejak dulu yang mana perbedaan itu berada di ranah Cabang bukan ushul.
Kemudian Jamaah mensikapinya seakan perbedaan itu berada di ranah Ushul yang jika berbeda sedikit saja Jatuh lah vonis Kafir.
Maka, hendaknya jamaah yang masih awam, belum memahami bahasa Arab, Baca al Quran masih belepotan seharusnya tidak ikut campur masuk ke level itu karena mereka akan mudah disetir mindsetnya oleh orang lain.
Sedangkan orang yang sudah memahami bahasa Arab ketika mendapatkan cerita ini-itu dia akan langsung merujuk kepada rujukan primer yaitu berupa kitab kitab berbahasa arab sebagai upaya tidak terjebak kepada vonis keliru dan upaya untuk berbuat adil kepada
SAUDARANYA.
Allah berfirman :
وَلَا یَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰۤ أَلَّا تَعۡدِلُوا۟ۚ
Jangan Hanya Karena kalian tidak menyukai suatu hal dari satu kaum lantas kalian tidak berbuat Adil..
[Surat Al-Ma'idah 8]
_____
Diambil dari fb PesantrenInklusi Griya Sunnah dan gambar dari ustadz Khudori Bagus Hafidzahullah

Tasawwuf modern

Diposting oleh Mastindi | 03.09 | , | 0 komentar »

Penyimpangan berupa kesyirikan dan bid'ah yang tersebar di kalangan tarekat Sufi membuat gundah hati Buya Hamka. Oleh karenanya, Buya Hamka menulis buku Tasawuf Modern.
Mengapa dinamakan Tasawuf...??
Bukankah hal itu bid'ah...??
Nah, disinilah letak kecerdikan Buya Hamka. Buya Hamka menamakan bukunya sebagai "buku Tasawuf" agar orang-orang yang mengaku Sufi mau membaca buku karangan beliau.
Isi dari buku tersebut adalah pemurnian kembali ajaran tasawuf dari hal-hal yang berbau bid'ah dalam agama. Jadi, hakikat sebenarnya dari buku tersebut adalah Tasawuf ala Salafi/Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim, yakni merujuk kepada istilah Tazkiyatun Nafs atau penyucian jiwa.
Buya Hamka berkata:
Kita banyak mengenal Ibnu Taimiyah karena membaca buku-buku Ibnul Qayyim yang sangat banyak, mengenai berbagai soal. Kedua beliau pun menyukai Tasawuf, tetapi sangat menentang akan paham Ibnu 'Arabi. Karangan Ibnu Taimiyah "At-Tawassul wal Wasillah" menentang sekeras-kerasnya praktek membesar-besarkan kubur yang rupanya sudah sangat merusak kepercayaan sejak Abad ke-7 itu".
(Sumber: Perkembangan & Pemurnian Tasawuf, Hal. 265-266, Republika Penerbit, Cet.1, 2016).
"Kita namai "Tasawuf", ialah menuruti maksud Tasawuf yang asli, sebagaimana kata Junaid tadi. Yaitu: "Keluar dari budi pekerti yang tercela dan masuk kepada budi pekerti yang terpuji". Dengan tambahan keterangan "Modern". Kita tegakkan kembali maksud semula dari Tasawuf, yaitu membersihkan jiwa, mendidik, dan mempertinggi derajat budi; menekankan segala kelobaan dan kerakusan memerangi syahwat yang lebih dari keperluan untuk kesejahteraan diri".
(Sumber: Tasawuf Modern: Bahagia itu Dekat dengan Kita; Ada di dalam Diri Kita, Hal. 7-8, Republika Penerbit, Cet.3, 2015).
Selain mengajarkan penyucian jiwa ala Salafi yang dibungkus dengan nama Tasawuf Modern. Buya Hamka membantah keras tarekat Sufi yang senang membuat bid'ah dalam agama. Beliau berkata:
"Maka, datanglah ahli-ahli Tasawuf membuat berbagai dzikir ciptaan sendiri, yang tidak berasal dari ajaran Allah dan Rasul. Ada dzikir yang hanya membaca Allah saja berkali-kali dengan suara keras-keras, bersorak-sorak sampai payah dan sampai pingsan. Ada dzikir yang huw saja. Karena kata mereka huwa yang berarti Dia, ialah Dia Allah itu sendiri. Kadang-kadang mereka adakan semacam demonstrasi sebagai menentang terhadap orang yang teguh berpegang kepada sunnah. Maka, dzikir-dzikir semacam itu adalah berasal dari luar Islam atau telah menyeleweng sangat jauh dari pangkalan Islam".
(SUMBER: Tafsir Al-Azhar, Jilid 3 Hal. 652, Penerbit Gema Insani, Cet.1, 2015).
Semoga bermanfa'at