MagzNetwork

jangan golput

Diposting oleh Mastindi | 07.58 | | 0 komentar »
Demokrasi memang bukan bagian dari ajaran Islam, apalagi system itu merupakan wasilah memilih pemimpin, maka sangat mungkin orang kafir, munafik dan dzalim menjadi pemimpin, tapi untuk merubahnya tidak semudah membalik telapak tangan, karena itulah banyak saudara kita dari kalangan syalafi juga HT bahkan JAT memilih Golput dengan entri poinnya karena tidak bersesuaian dengan system Islam yakni Syuro.
Saya hanya berandai-andai ...

andai seluruh ummat Islam (yang benar benar islam) yang jumlahnya mayoritas memilih Golput, saya punya keyakinan pemilu akan tetap berlangsung , dan sangat mungkin ini sebagai tiket gratis bagi orang kafir dan sekuler sebangsa JIL melenggang mudah masuk senayan dan Istana serta menduduki posisi penting dan strategis , sebagai konsekuensi dari terpilihnya mereka.

Kita juga tahu tugas anggota legislatif bertugas  membuat undang undang sebagai instrumen dalam menjalankan kebijakan , adapun presiden yang punya hak prerogatif  juga bisa mengeluarkan kepres,(Keputusan presiden)  menteri  pun juga bisa mengeluarkan permen (peraturan menteri) sedangkan kepala daerah juga bisa membuat perda (peraturan daerah).

Dan mereka semua seperti  yang saya katakan di atas , adalah orang kafir dan sekuler , tentunya sebagaimana yang Allah katakan “

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS 2;120)

Yang perlu menjadi catatan kita ialah yahudi bukan sebagai sebuah bangsa , akan tetapi Yahudi Melayu, yakni bangsa Melayu dengan ideologi yahudi, di mana mereka pasti akan menjadikan Islam sebagi musuh bersama, dan di posisi mereka yang strategis dan bisa bekerja sama baik dalam hal kekuasaan maupun finansial sangat memungkinkan untuk membuat sebuah kebijakan yang sangat merugikan Ummat Islam, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi dengan kedok toleransi maupun sejenisnya.

Masih ingat jaman orde baru ?.. di mana ummat Islam benar-benar marginal karena perannya dikebiri, para khotib di awasi dan banyaknya rekayasa-rekayasa yang memojokkan Islam, semua itu tidak lepas dari “di mana posisi jabatan-jabatan strategis dikuasai oleh kalangan mereka.

Lalu apa jadinya kalau hal itu terjadi.

Kini saudara – saudara kita berjuang masuk parlemen dengan ijtihad politiknya, kita tidak tahu apa isi hati mereka,  namun yang jelas telah banyak kerja-sama antar partai Islam mengeluarkan kebijakan-kebijakan kepada ummat Islam dari uud seperti UUD perkawinan, sisdiknas dll maupun perda-perda syareah telah mewarnai perundang-undangan yang ada sebagi hasil jerih payah dan perjuangan mereka dalam mempersembahkan yang terbaik yang mereka mampu , meski harus berhadapan dengan partai besar.

Bukan hanya itu, keberadaan mereka di posisi penting ,baik di eksekutif maupun legislatif membuat gerakan Islam menjadi diperhitungkan dan mempunyai nilai tawar tinggi serta tidak begitu mudah di peralat dan direkayasa, apalagi sampai di bubarkan, sekali lagi ada peran penting sebagai sifat amanah meski relatif.

Untuk rekan-rekan syalafi , HTI dan yang merasa punya loyalitas kepada Islam, apakah kita diam saja saat ada saudara kita yang berjuang dengan ijtihad politiknya, sementara musuh-musuh Islam sudah sangat optimis mampu meraup suara , sekali lagi meraup suara dari saudara –saudara kita yang menjadi korban penggiringan opini dan pencitraan palsu.
Jalan dakwah anda kami hargai, bantu jugalah saudara – saudara kita yang telah memberi celah dengan kebijakan yang mereka perjuangkan sehingga anda dapat berdakwah tanpa rasa cemas.


Silahkan baca artikel lainnya yang terkait dengan pos di atas

0 komentar

Posting Komentar

Sampaikan keritik dan saran anda