MagzNetwork

Bahaya Ilmu Filsafat

Diposting oleh Mastindi | 18.39 | | 0 komentar »

Sebagian Orang Menganggap' kalau Ilmu filsafat itu, Bagian dari Islam.Padahal justru Ilmu filsafat itu Sangat DIBENCI oleh Islam.Buktinya, Para Ulama Ulama Terdahulu, Seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Ulama yang Lainnya, Sangat Membenci Ilmu Tersebut.
Salah Satu Hal yang Sangat Berbahaya Dari Mempelajari ilmu tersebut, MEREKA AKAN MENDAHULUKAN AKAL DARIPADA QURAN DAN HADIST. Pada Akhirnya Mereka Akan Menolak Ayat ayat Qur'an dan Hadist Nabi yang Bertentangan dengan Akal.
Oleh Sebab itu Ilmu Kalam atau ilmu filsafat, Sangat dibenci Oleh Para Ulama terdahulu. Saking dibencinya ilmu tersebut, Sampai Imam Asyafi'i Mengatakan : Orang Yang Pandai ilmu filsafat, Hukumannya dipukuli pake Pelepah kurma, kemudian ditarik pake Unta sambil diarak keliling kampung Sebagaimana Yang diterangkan Dalam Kitab Manaqib As-Syafi'i :
الشافعي يقول
حكمي في اهل الكلام ان يضربوا بالجريد ويحملوا على الابل ويطاف بهم في القبائل والعشائر وينادى عليهم هذا جزاء من ترك الكتاب والسنه واقبل على الكلام
Imam syafi'i berkata :
Hukuman bagi para ahli filsafat agar mereka dipukul dengan pelepah kurma, di Angkut di atas unta,lalu di Arak di kampung-kampung, lalu diserukan kepada mereka :
Inilah balasan orang yang meninggalkan alquran dan hadist lalu mengarah ke ilmu filsafat.
(Manaqib Asyafii)
Jadi kalau melihat Pendapat Imam Syafi'i, Orang yang belajar ilmu filsafat itu, harus dipukul pake balok Kayu kemudian ditarik paksa pake motor ninja sambil diarak keliling kampung..
Mana Nih pengikut mazhab Syafi'i.. Kok Dieum dieum bae..??
Didalam kitab Yang lain, Imam Syafii berkata :
مَا شَيْءٌ أَبْغَضُ اِلَيَّ مِنَ الْكَلاَمِ وَأَهْلِهِ
Tidak ada sesuatu yang lebih aku benci Daripada ilmu filsafat dan ahli filsafat.(Tarikh Al islam)
Imam Syafi'i Aja Sangat benci dengan Orang yang mempelajari ilmu Filsafat' Tapi Kenapa orang Zaman sekarang malah mengikutinya. Ceramahnya di Like dan dibagikan di berbagai media Sosial..
HATI HATI SAUDARAKU, itu Jempol akan dihisab yaa.."
Kemudian Ulama yang Lain yang membenci Ilmu Filsafat itu yaitu IMAM AHMAD BIN HANBAL . Kata Imam Ahmad bin hanbal, orang yang mempelajari ilmu filsafat itu TIDAK AKAN BERUNTUNG SELAMA-LAMANYA... Dan orang tersebut itu termasuk orang yang ZINDIQ..
Tahukah apa itu Zindiq.??
Zindiq itu orang yang menampakan Keimanan, dan menyembunyikan ke kafiran.. Atau Disebut juga Dengan Orang Munafiq..
Lihatlah penjelasan Imam Ahmad Bin Hanbal dalam ( Talbis Iblis 1/453)
لا يفلح صاحب كلام ابدا علماء الكلام زنادقه
Pemilik ilmu filsafat tidak akan beruntung selama-lamanya para ulama filsafat adalah para zindiq .(Talbis Iblis)
Kemudia IMAM ADZ-DZAHABI Juga Berkata :
قل من ام عن عن النظر في علم الكلام الا واداه اجتهاده الى القول بما يخالف بمحض السنه ولهذا ذم علماء السلف النظره في علم الأواءل فان علم الكلام بمولد من العلم الحكماء الدهريه
Hampir tidak ada orang yang mempelajari ilmu filsafat kecuali ijtihadnya akan mengantarkannya kepada pendapat yang menyelisihi kemurniaan sunah.
Oleh karena itu para ulama salaf, mereka mencela mempelajari ilmu orang-orang kuno. Karena ilmu filsafat , Lahir Dari para filsuf yang berpemikiran dahriyah atau atheis.
Kemudian kata IMAM ABDIL BAAR dalam kitab Jaami bayan Al ilmi 2/195 Beliau mengatakan kalau orang yang mempelajari ilmu filsafat itu adalah ORANG YANG SESAT dan AHLUL BID'AH. Berdasarkan Kesepakatan Ulama di Seluruh Negri
اجمع اهل الفقه والاثار من جميع الأمصاري ان احلى الكلام وزيغ
Telah bersepakat para ahli fikih dan ahli hadist dari seluruh negeri, bahwa ahli ilmu kalam atau ilmu filsafat, mereka adalah Ahli bid'ah dan Orang yang Sesat.
(Jami bayan al ilmi wafadlihi)
Sebenarnya Masih Banyak Sekali CELA'AN PARA ULAMA Mengenai Hukum mempelajari Ilmu filsafat ini..
Silahkan Sebarkan Penjelasan ini Saudaraku,.. Agar Saudara saudara kita Tidak mengikuti Orang Tersebut.
Ditulis Oleh : Ustadz Daswan

 

Jaga Aqidah Kita

Diposting oleh Mastindi | 17.50 | | 0 komentar »

Ajaran Wihdatul Wujud
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Wihdatul wujud adalah keyakinan bahwa Allah ta’ala menyatu dengan alam semesta. Tidak terpisah antara makhluk dan Khaliq (Sang Pencipta). Karena itu, wujud alam semesta ini hakekatnya merupakan wujud Allah sendiri. Sehingga dzat makhluk adalah Dzat Allah itu sendiri. (Firaq Mu’ashirah, 3/994).
Mukadimah keyakinan ini adalah aqidah hulul, yaitu keyakinan ittihad jismain [arab:اتحاد جسمين], bersatunya dua benda. Dari kata halla-yahullu [arab: حَلَّ – يَحُل], yang artinya masuk atau menempati. Dalam aqidah hulul, diyakini bahwa Allah menyatu dengan makhluk-Nya. Terutama makhluk-Nya yang khusus, yaitu para wali. (Firaq Mu’ashirah, 3/987)
Pencetus aqidah ini adalah seorang tokoh sufi, Husain bin Manshur, yang terkenal dengan sebutan al-Hallaj. Dia memiliki prinsip bahwa Allah ibarat ruh yang bertempat di setiap benda, dan tidak ada pemisah antara al-Khaliq (Sang Pencipta) dengan Makhluk.
Dalam bait syairnya, al-Hallaj mengatakan,
أنا من أهوى ومن أهوى أنا … نحن روحان حللنا بدنا
فإذا أبصرتني أبصرته … وإذا أبصرته أبصرتني
Saya orang yang menggerakkan dan orang yang menggerakkan adalah saya
Kami dua ruh yang menetap di satu jasad
Jika Engkau melihatku, akupun melihat-Nya
Dan jika aku melihat-Nya, Engkau melihatku.
(Firaq Mu’ashirah, 3/988).
Pioneer Aqidah Wihdatul Wujud
Manusia yang paling berjasa dalam menyebarkan Wihdatul Wujud adalah Ibnu Arabi (mati 638 H). Nama lengkapnya Muhammad bin Ali al-Arabi, at-Tha’i, dari Andalusia. Salah satu tokoh besar sufi. Dulunya, Ibnu Arabi adalah tukang tulis para pejabat. Di usia 30 tahun, dia berpindah ke Tunisia, kemudian melakukan perjalanan lagi ke Kairo dan Mekah. Di tahun 598 H, dia mulai menulis buku tebalnya, al-Futuhat al-Makiyah.
Kemudian dia berpindah ke Damaskus Suriah. Di kota ini, dia mendapatkan fasilitas dari keluarga Ibnu az-Zakki dan beberapa anggota keluarga Daulah Ayubiyah – Daulah Salahudin Al-Ayubi –. Di sinilah, Ibnu Arabi mulai menulis kitabnya Fushus al-Hikam serta menyempurnakan kitabnya, al-Futuhat al-makiyah.
Dua buku ini, selanjutnya menjadi pijakan dasar bagi aqidah wihdatul wujud.
Menurut adz Dzahabi, Ibnu ‘Arabi merupakan kiblat bagi para penganut paham aqidah wihdatul wujud.
Dampak Keyakinan Wihdatul Wujud
Keyakinan ini melahirkan doktrin yang sangat aneh dan jelas bertentangan dengan akal dan naluri. Membaca komentar mereka akan membuat kita terheran-heran, sampai seperti itukah setan menyesatkan mereka. Berikut beberapa komentar mereka tentang Tuhan,
1. al-Hallaj mengatakan dirinya bersatu dengan Tuhan,
مُزجت روحي في روحك كما — تُمزجُ الخمرة بالماء الزلال
فـإذا مسّــك شـــيءٌ مسّـني — فإذا أنت أنا في كلّ حال
Ruhku bercampur dengan ruh-Mu … sebagaimana khamr bercampur dengan air bening
Jika ada sesuatu yang menyentuh-Mu, diapun menyentuhku … ternyata aku dan Kamu selalu bersama (Diwan al-Hallaj, hlm. 82).
Imam Ad-Dzahabi menjelaskan tentang keadaan al-Hallaj:
الحلاج المقتول على الزندقة ، ما روى ولله الحمد شيئا من العلم ، وكانت له بداية جيدة وتأله وتصوف، ثم انسلخ من الدين ، وتعلم السحر ، وأراهم المخاريق . أباح العلماء دمه ، فقتل
Al-Hallaj yang dihukum mati karena kemunafikannya, tidak menyampaikan ilmu sedikitpun – alhamdulillah –. Dulunya dia orang baik-baik, beribadah kemudian menjadi sufi, kemudian dia menyimpang dari agama, mempelajari sihir dan beberapa kesaktian. Para ulama menilai halal darahnya, hingga dia dibunuh. (Mizan al-I’tidal, 2/71).
2. Beberapa Pernyataan Ibnu Arabi
Pernyataan 1:
إن الرجل حينما يضاجع زوجته إنما يضاجع الحق
“Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia menyetubuhi Allah!” (Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah – Jamil Zainu).
Pernyataan 2:
الْعَبْدُ رَبٌّ وَالرَّبُّ عَبْدٌ …. يَا لَيْتَ شِعْرِيْ مَنِ الْمُكَلَّفُ
إِنْ قُلْتَ عَبْدٌ فَذَاكَ رَبٌّ … أَو قُلْتَ رَبٌّ فَأَنّى يُكَلَّفُ
“Hamba adalah Tuhan dan Tuhan adalah hamba.
Duhai, siapakah yang diberi kewajiban beramal?
Jika engkau katakan hamba, maka ia adalah Rabb.
Atau engkau katakan Rabb, kalau begitu siapa yang diberi kewajiban?”
(Al-Futuhat Al-Makkiyyah dinukil dari Firaq Al-Mu’ashirah, 3/892).
Pernyataan 3:
فَيحمدُني وأحمدُه ويعبدُني وأعبدُه
“Maka Allah memujiku dan aku pun memuji-Nya. Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya.” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah)
Pernyataan 4:
وما الكلب والخنزير إلا إلهنا ..وما الله إلا راهب بكنيسة
Tidaklah anjing dan babi kecuali sesembahan kami….
Dan bukanlah Allah, kecuali seorang pendeta di gereja!
Wihdatul Adyan
Diantara pengaruh besar aqidah Wihdatul Wujud adalah keyakinan wihdatul adyan, kesatuan agama, dan semua agama itu sama. Karena semua yang beragama berarti menyembah Tuhan dan semua Tuhan itu sama.
Ibnu Arabi pernah mengatakan,
وقد كنت قبل اليوم أنكر صاحبي *** إذا لم يكن ديني إلى دينه داني
فأصبح قلبي قابلاً كل حالة *** فمرعىً لغزلان، ودير لرُهبان
وبيتٌ لأوثانٍ وكعبةِ طائف *** وألواح توراةٍ ومُصحف قرآن
“Sebelumnya aku mengingkari kawanku yang berbeda agama denganku.
Kini hatiku bisa menerima semua keadaan, tempat gembala rusa dan gereja pendeta…
Tempat berhala dan Ka’bah, lembaran-lembaran Taurat dan Mushaf Al Qur’an.”
(Al-Futuhat Al-Makkiyyah).
Ibnu Arabi juga mengetakan,
عقد الخلائق في الإله عقائدا وأنا اعتقدت جميع ما اعتقدوه
Semua makhluk berkeyakinan tentang ilah (sesembahan) dengan berbagai keyakinan. Dan aku berkeyakinan (tentang ilah) dengan seluruh yang mereka yakini itu. (Majmu’ Fatawa, Syaikhul Islam, 2/98)
Pernyataan semisal juga pernah disampaikan Jalaluddin Rumi – tokoh besar sufi dan penyair dari Iran –,
مسلم أنا ولكني نصراني، وبرهامي، وزادشتي، ليس لي سوى معبد واحد …
مسجد، أو كنيسة، أو بيت أصنام…
Aku seorang muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi, dan Zaradasyti. Bagiku, tempat ibadah adalah sama… masjid, gereja, atau tempat berhala-berhala. (Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah – Jamil Zainu).
Wihdatul Wujud di Indonesia
Wihdatul wujud bukan organisasi atau kelompok aliran. Karena itu, tidak kita jumpai ada organisasi wihdatul wujud. Wihdatul wujud lebih tepatnya merupakan sebuah pemikiran dan keyakinan. Di Indonesia, ideologi wihdatul wujud banyak dikembangkan oleh para penghasung sufi dan liberal. Yang menunjukkan betapa dekatnya tasawuf dengan liberal.
Termasuk juga aqidah pluralisme, yang menanamkan prinsip bahwa semua agama adalah sama. Hingga terlahir pondok pesantren multi-theisme dan fikih lintas agama (FLA). Itu bagian dari doktrin wihdatul wujud.
Termasuk juga keyakinan, dari pada mengaku muslim tapi tidak baik, lebih baik ngaku kafir yang juga sama-sama tidak baik. Karena bagi mereka muslim maupun kafir adalah sama.
Realita ini menunjukkan agar kita semakin rajin belajar, mengkaji islam sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat dan para ulama penganut mereka. Dengan itu, kita bisa memahami islam yang benar, dan dalam waktu yang sama, kita juga memahami aliran yang menyimpang.
اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ
Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan iman. serta jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan yang mendapatkan bimbingan. (HR. Ahmad 18325 dan Nasai 1305).
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

 


Banyak orang mengatakan Muhammad bin Abdul Wahhab dan Arab Saudi adalah agen Inggris.
Mari lihat bukti kebenaran sejarah berikut ini...
Kenalkah anda dua gambar ini...??
Gambar pertama lelaki tua berjubah itu ialah Syarif Husse'in bin Ali (Gubernur Makkah).
Gambar sebelah bawah itu ialah Faisal bin Hussein bin Ali (Gubernur/Raja Iraq) yang juga anak Syarif Husse'in bin Ali.
Syarif Husse'in lahir 1854 dan meninggal 1931. Sejarah telah membuktikan bahwa Syarif Husse'in bin Ali telah mengkhi'anati Turki Uthmaniyyah sehingga tercetusnya pemberontakkan Arab yang membawa kejatuhan kesultanan Turki. Bersama bantu'an Inggris, Syarif Husse'in bersama kelu'arganya dan pengikutnya berhasil membu'at masyarakat Arab bangkit untuk melawan kesultanan Turki.
Beliau bukan Wahhabi, bukan juga kelu'arga Saud. Beliau adalah Gubernur Makkah yang dilantik Sultan Abdul Hamid (Turki) dan beliau bermazhab Asya'irah...!!
Sebagaimana telah diketahui bersama jabatan Gubernur atau Amir Mekah sejak pemerintahan Dinasti Qitadah tidak lagi dipilih oleh khalifah tetapi menjadi hak turun temurun golongan dari Dinasti Qitadah. Dinasti Qitadah memerintah Mekah dan Madinah dari tahun 1201- 1924. Pemerintah terakhirnya ialah Syarif Husa'in bin Ali, yang mencetuskan pemberontakan terhadap Turki utsmani.
Dia juga mengusulkan kepada Inggris untuk segera mengumumkan dirinya yang menjadi Gubernur Makkah, sebagai Khalifah bagi ka'um Muslimin.
Apa ka'itan Wahhabi dalam cerita kejatuhan Kesultanan Turki...??
Jawaban: 'Wahhabi' hanyalah 'kambing hitam'. Dalam gambar kedua, lelaki kulit putih yang berdiri di barisan tengah, dua dari kanan, namanya T.E Lawrence (Lawrence Of Arabia). Dialah utusan Inggris dan juga dalang pemberontakan Arab.
Jadi Syi'ah Rhafidoh dan sekutunya mengambil foto ini mengatakan ini adalah syeikh "Muhammad Ibnu Wahab" yang mereka sebut sebagai Wahabi. ini bukan foto syekh "Muhammad Ibnu Wahab" mela'inkan ini foto Syarif Huse'in bin Ali....!!!
Perjanji'an Sykes-Picot pada 1916, secara resmi dikenal sebagai 'Perjanji'an Asia Kecil" (Asia Minor Agreement), adalah sebu'ah kesepakatan rahasia antara pemerintahan Inggris dan Perancis, dengan persetuju'an Rusia, yang menggambarkan pengaruh global dan pengendali'an masing-masing negara tersebut di Asia Barat setelah keruntuhan Imperi'um Utsmaniyah selama Perang Dunia I.
Dalam perjanji'an tersebut Syarif Husse'in bernegosi'asi dengan Inggris dan Perancis untuk membagi-bagi Khilafah Islam yang menaunginya dan "MENJU'AL DIRINYA" kepada Inggris serta melakukan tawar-menawar untuk mengapling-ngapling wilayah Khilafah Islam menjadi beberapa negara.
👇👇
Keraja'an Turki Utsmani dipecah menjadi beberapa negara yang dipimpin oleh putra-putra keturunan dari Syarief Huse'in :
1. Putranya tertuanya, Ali bin huse'in menjadi Raja di Hejaz
👇👇
2. Faisal menjadi Raja di Iraq dan Syiria
👇👇
3. Abdullah bin Husse'in menjadi Raja di Yordania
👇👇
4. Pangeran Za'id, saudara Fa'isal, dideklarasikan menjadi Pangeran di Iraq
👇👇
5. Palestina akan berada di bawah mandat Inggris sebagai persi'apan pembentukan negara yahudi
6. Keraja'an Mesir dibawah kendali Inggris, dengan rajanya Fu'ad
Jadi.....
TIDAK ADA HUBUNGANNYA ANTARA MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB DENGAN PENJAJAH INGGRIS.....!!!
Syarief Huse'in memerintah Hijaz hingga Ibnu Saud menyerang dan mengalahkannya pada 1924. Ia menyerahkan keraja'an dan semua gelarnya kepada anak lelakinya yang tertua Ali dan menjabat selama setahun.
Syarif Husa'in harus turun tahta dari Hijaz dan memilih Siprus sebagai tempat tinggalnya sejak itu dan meninggal di Amman, Yordania.
👇👇
La'in kali kaji dulu ya, jangan ma'in sebut Wahabi tapi tidak tahu apa itu Wahabi.
10