MagzNetwork

Tujuan kita diciptakan

Diposting oleh Mastindi | 00.51 | | 0 komentar »
Allah memerintahkan kita shaum tentu punya tujuan yang jelas , yakni menjadi orang yang bertakwa, bila dalam suatu perintah saja ada tujuan yang pasti, maka bagaimana dengan penciptaan makhluknya ?

Ada dua makhluk “Mukallaf ,  yang dikenakan kewajiban menjalankan menjalankan ibadah , yakni bangsa jin dan manusia, karena ke dua makhluk inilah yang Allah anugerahi 2 hal yaitu akal dan hawa nafsu.

Lalu apa ibadah itu, dan apa tujuannya , lalu bagaimana wujud dan cakupannya ?
Ibadah secara maknawi menghamba, karena memang kita adalah hamba

Ibadah ialah segala perbuatan & perkataan baik, yang diniatkan ikhlas semata-mata karena Allah itulah ibadah .

Tujuan ibadah ialah , ialah mendapat Ridha Allah , karena itulah kita diciptakan
Ibadah mempunyai dua bentuk.

Pertama Mahdah atau ibadah ritual yang tata caranya sudah contohkan oleh Rasulullah

Kedua : ibadah ghairu Mahdah atau sosial kemasyarakat, meliputi muamalah, munakahhat.. dll.


Adapun cakupannya, sangat luas, untuk mengetahui cakupan dan batasan-batasannya itulah Islam membuka pintu Ijtihad.

memahami kalimat la ilaha illallaha

Diposting oleh Mastindi | 18.29 | | 0 komentar »
Membahas kalimat Tauhid butuh waktu yang benar benar luang, namun sekedar sharing saya  akan sedikit paparkan uraian kalimat tersebut, secara lughat dan syar’e.
“Mifatahul jannah “LAILAHA ILLALAHA (kunci surga ialah ‘lailaha illallaha) al-hadits
Begitu mudahnya masuk ke dalam surga, bahkan dalam hadits yang lain nabi bwersabda “ Man qala lailaha illalllaha , dakhalal jannah ( Siapa yang mengucapkan “LAILAHA ILLALLAHA ,pasti masuk surga)
Namun faktanya, mengapa orang Arab Quraisy terutama, mereka begitu fobia dan antipati mengucapkan kalimat tersebut, padahal imbalannya adalah surga, dan saat itu Rasulullah, apapun yang disampaikan selalu dipercaya, sehingga mendapat gelar al-amin.

Jawabannya, bangsa Arab adalah bangsa yang sangat mengagungkan sastra, yakni keindahan suatu ungkapan dan kedalaman maknanya, sehingga setiap tahun para penyair berkumpul membuat pertandingan/perlombaan sipakah yang paling bagus membuat suat seni gaya bahasa, dan pemenangnya selain mendapat penghargaan juga dapat mengangkat martabat qabilahnya, dan yang lebih membanggakan lagi bait sastranya ditempelkan di dinding ka’bah.

Lalu apa relevansinya dengan kalimat tauhid ? ( lailaha illallaha) , ternyata kalimat tersebut adalah kalimat sumpah, atau baiat kepada Allah, yang konsekuensi bagi yang mengucapkan ialah, ialah ia harus meninggalkan sesembahan - sesembahan yang telah diwariskannya oleh nenek moyang mereka, bahkan mereka telah menganggap sebagai peninggalan ajaran nabi Ibrahim. Naudzu billah, sehingga wajar pada masa itu jumlah patung di sekitar ka’bah lebih dari 300 buah.

Selanjutnya saya ingin sedikit berbagi pengetahuan, atau bernostalgia dengan rekan yang sudah paham, tentang kalimat tersebut.

Pertama :kalimat “LA, disebut ‘ LA li nafyil jinsi , yakni LA , YANG MENIADAKAN SEMUA JENIS, LA ini jarang terpakai dalam al-Qur,an kecuali hanya di beberapa tempat , karena yang terbanyak ialah LA nafi (peniadaan) LA nahi (larangan). Lalu apa yang ditiadakan oleh LA jenis ini ? yakni kalimat selanjutnya

Kedua : ILAHA (tuhan) inilah yang ditiadakan oleh LA di atas , artinya semua jenis tuhan, dan tentunya kita paham, tuhan itu banyak sekali , berikut ta’rif atau definisi tuhan secara umum “ Tuhan ialah sesuatu yang kita rela didominasi olehnya, sehingga al-qur,an mengatakan ilahaka hawaka (tuhanmu adalah hawa nafsumu).. contoh lainnya : kita rela hidup kita didominasi oleh pekerjaan kita, sehingga kita melupakan kewajiban sebagai makhluk. Dan faktanya kalimat “ILAHA , tidak hanya merujuk kepada Allah, namun juga kepada yang lainnya.

Ketiga : perlu kita pahami juga, telah masyhur dalam qaidah tata bahasa Arab , kalimat LA , selalu menyembunyikan khabar/beritanya (dalam konteks ini kalimat ilaha berlaku sebagai mubtada/permulaan, padahal mubtada/permulaan selalu diiringi oleh khabar/kalimat berita), lalu apa yang disembunyikan (dalam hati kita).. nah !..di sini tergantung tingkat keimanan kita, dalam beberapa kitab tauhid, kalimat yang disembunyikan ialah “MA’BUDUN (yang wajib di ibadah) , sehingga lengkapnya “Tidak ada tuhan (yang wajib di ibadahi atau disembah) kecuali Allah. Inilah yang membuat para kafir Qurais enggan mengucapkan kalimat Tauhid, karena dalam sirah telah kita ketahui para kafir quraisy selain menyembah Allah , mereka juga menyembah yang lainnya, seperti latta , ‘uzzah, manat dan hubal.

Ke empat : ILLA (istisna) pengecualian , yakni di kecualikan dari tuhan tuhan yang disembah.

Ke lima : Allaha , dibaca Fathah atau dhommah (Mustasna),dikecualikan dari tuhan itu ialah “Allah , ada pun ulama ahli lughat/bahasa membaca Fathah dengan alasan , karena Allah bukan ilah/tuhan seperti tuhan-tuhan yang ditiadakan oleh kalimat “LA. Adapun dengan membaca Dhommah , karena Allah adalah juga tuhan namun di kecualikan dari tuhan-tuhan yang ditiadakan oleh kalimat “LA.


Mohon maaf , meski tulisan ini panjang namun uraian sebenarnya lebih dari ini.

Fitrah manusia

Diposting oleh Mastindi | 07.34 | | 0 komentar »
Sekedar sharing melanjutkan bahasan kita siang tadi, saya melihat dan memahami dari ungkapan  sisi yang paling mudah kita fahami sebagai orang awam.

Pertama : Zuyyina/dihiasi ini merupakan takdir yang menjadi fitrah manusiawi artinya sifat ini sudah terintegrasi dalam penciptaan kita.

Kedua : linnasi /untuk manusia (khusus manusia saja) ini dapat kita fahami bila kit abaca secara utuh , yakni tidak mungkin selain manusia senang kepada Emas atau kendaraan.

Ketiga : Hubbush shahawati / kecenderungan menyukai dan disinilah entri poinnya., yakni

a.    Minannisai wal banina /Kepada istri dan anak-anak sebagai pendamping yang melayani dan memahami kita juga anak – anak sebagai generasi penerus  keturunan atau keluarga.

b.    Wal qanatiril mukantharati minadz dhahabi wal fiddhati wal hailil musawwamati/harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, hal tersebut sebagai  symbol strata social , atau kedudukannya secara social di mata masyarakat.

c.    Wal an’ami wal hartsi/binatang-binatang ternak dan sawah ladang , juga merupakan symbol dari kesuksesan karir.

Kesemuanya itu merupakan “mata’ul hayatat dunya/ kesenangan kehidupan di dunia ,Namun yang perlu digaris bawahi dan menjadi perhatian ialah

“Wallahu ‘endahu husnul maab/dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
Artinya, bagaimana kita mampu dengan Iman sebagai karunia tertinggi yang Allah anugerahkan kepada kita, kita mampu menjadikan semua itu sebagai wasilah yang akan menghantarkan kita tetap berada dalam koridor ridha-Nya.

Sehingga Allah menjadikan kita pantas kembali kepada sang pemberi kenikmatan tersebut dengan balasan surge, sebagai tempat kembali yang paling baik.

apa yang saya sampaikan sekedar apa yang saya fahami, untuk memahami lebih dalam lagi perlu waktu khusus agar kita bisa mengclerkan ayat ini dengan ayat yang lain hingga saling mendukung dan melengkapi.


Wassalam.

Kapan datang pertolongan Allah

Diposting oleh Mastindi | 04.36 | | 0 komentar »
`tBur È,­Gtƒ ©!$# @yèøgs† ¼ã&©! %[`tøƒxC ÇËÈ   çmø%ã—ötƒur ô`ÏB ß]ø‹ym Ÿw Ü=Å¡tFøts† 4
Dan barang siapa yang bertakwa kepada
 Allah, maka akan di jadikan baginya jalan keluar (dari kesulitan) # dan akan diberikan rizeki dari arah yang tidak di 
duga-duga (QS 65 : 2,3)

Ketika membaca dan merenungi ayat ini, 
terdetik pertanyaan dalam hati yang masih terbingkai oleh keawamam wawasan pada aspek dinullah yang diiringi rendahnya kadar keimanan, benarkah janji Allah ? bukankah Allah adalah Zat yang tidak pernah ingkar janji. Tapi mengapa kesulitan silih berganti mendera seakan tak pernah mau beranjak.

Sebagai seorang Muslim kita di ajarkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah sebagaimana yang Allah ajarkan (QS 10:44),

Dalam ayat tersebut garis  starnya ialah “siapa yang bertakwa. Adapun hadirnya   solusi dari masalah yang kita hadapi berikut rizeki dari arah yang tidak terduga sebenarnya adalah buah dari kedekatan kita kepada Allah.

Maka, taqwa sebenarnya adalah investasi amal dan menjadi syarat yang harus kita tanam dan harus kita pupuk serta  kita pelihara secara maksimal, karena buah yang akan kita petik , yang kita harapkan menjadi jalan keluar atau solusi dari segala kesulitan kita berikut mudahnya rizeki mendatangi kita, tergantung bagaimana kita menanam inves amaliah kita.

Lebih jelasnya lagi, ayat di atas parallel dengan ayat lain hingga lebih memperjelas maksudnya.

$pkš‰r'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#þqãZtB#uä bÎ) (#rçŽÝÇZs? ©!$# öNä.÷ŽÝÇZtƒ ôMÎm6s[ãƒur ö/ä3tB#y‰ø%r& ÇÐÈ  

“ Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS 47;7)

Dengan demikian poinnya menjadi jelas, yakni’ yang membuat kita sulit keluar dari berbagai masalah terletak pada diri kita sendiri , yaitu benarkah kita sudah termasuk orang yang bertakwa ?


manipulasi photo di dalam/luar gelas

Diposting oleh Mastindi | 00.42 | | 0 komentar »
Bermain dengan photo shop memang asik, saya sendiri pun terkadang sampai lupa waktu, tahu tahu jam 00, kali ini saya akan coba memposting manipulasi Photo di dalam dan diluar gelas.

langkah pertama :Langkah awal. Siapkan  dua buah Photo, dan tentu yang pertama adalah fhoto gelas sebagai bagron , untuk yang satunya saya gunakan sebagai objeknya adalah adalah bidadariku tersayang







Ke dua : Klik gambar gelas yang nanti akan menjadi latar atau bagron .. lalu tekan ctrl + j maka gambar akan tergandakan secara otomatis seperti gambar di bawah


Ke tiga :Lalu seleksilah Photo dengan menggunakan rectanguler untuk kotak atau Elliptical untuk oval & bulat ,letaknya di pojok kiri atas no 2 setelah kursor


Ke empat : Klik edit  à copy di pojok atas



 Ke lima : Lalu klik gambar gelas sebagai latar .. lalu klik edit à paste, geser – geserlah bentuk frem sedemikian rupa agar tidak lebih besar dari gelas, karena kalu lebih besar menjadi janggal, untuk memperbaiki gunakan “layer à layer style à  blending Option... kotak katiklah di situ sesuai selera anda .. setelah selesai klik oke.



 Ke enam : Langkah selanjutnya seret atau draglah gambar layer 1 ke arah gelas, ingat di arah gelas harus pas hingga garis putih nampak, pas kan gambar mata ketemu mata, sehingga hasilnya seperti di bawah.


ke tujuh :Lalu rubahlah angka 100 pada fail sesuai kehendak anda, tentunya Photo harus terlihat samar.ingat yang aktif layer 1




Delapan :Selanjutnya klik masih di layer 1 klik add layer mask letaknya di pojok bawah seperti kamera kotak, dan lihat hasilya pada layer 1 ada tambahan kotak baru



Terakhir :Lalu klik eraser untuk menghapus histori, sapukan pada bagian Photo yang diluar gelas, sehingga nampak seperti di luar gelas


Selamat berkreasi