MagzNetwork

memahami kalimat la ilaha illallaha

Diposting oleh Mastindi | 18.29 | | 0 komentar »
Membahas kalimat Tauhid butuh waktu yang benar benar luang, namun sekedar sharing saya  akan sedikit paparkan uraian kalimat tersebut, secara lughat dan syar’e.
“Mifatahul jannah “LAILAHA ILLALAHA (kunci surga ialah ‘lailaha illallaha) al-hadits
Begitu mudahnya masuk ke dalam surga, bahkan dalam hadits yang lain nabi bwersabda “ Man qala lailaha illalllaha , dakhalal jannah ( Siapa yang mengucapkan “LAILAHA ILLALLAHA ,pasti masuk surga)
Namun faktanya, mengapa orang Arab Quraisy terutama, mereka begitu fobia dan antipati mengucapkan kalimat tersebut, padahal imbalannya adalah surga, dan saat itu Rasulullah, apapun yang disampaikan selalu dipercaya, sehingga mendapat gelar al-amin.

Jawabannya, bangsa Arab adalah bangsa yang sangat mengagungkan sastra, yakni keindahan suatu ungkapan dan kedalaman maknanya, sehingga setiap tahun para penyair berkumpul membuat pertandingan/perlombaan sipakah yang paling bagus membuat suat seni gaya bahasa, dan pemenangnya selain mendapat penghargaan juga dapat mengangkat martabat qabilahnya, dan yang lebih membanggakan lagi bait sastranya ditempelkan di dinding ka’bah.

Lalu apa relevansinya dengan kalimat tauhid ? ( lailaha illallaha) , ternyata kalimat tersebut adalah kalimat sumpah, atau baiat kepada Allah, yang konsekuensi bagi yang mengucapkan ialah, ialah ia harus meninggalkan sesembahan - sesembahan yang telah diwariskannya oleh nenek moyang mereka, bahkan mereka telah menganggap sebagai peninggalan ajaran nabi Ibrahim. Naudzu billah, sehingga wajar pada masa itu jumlah patung di sekitar ka’bah lebih dari 300 buah.

Selanjutnya saya ingin sedikit berbagi pengetahuan, atau bernostalgia dengan rekan yang sudah paham, tentang kalimat tersebut.

Pertama :kalimat “LA, disebut ‘ LA li nafyil jinsi , yakni LA , YANG MENIADAKAN SEMUA JENIS, LA ini jarang terpakai dalam al-Qur,an kecuali hanya di beberapa tempat , karena yang terbanyak ialah LA nafi (peniadaan) LA nahi (larangan). Lalu apa yang ditiadakan oleh LA jenis ini ? yakni kalimat selanjutnya

Kedua : ILAHA (tuhan) inilah yang ditiadakan oleh LA di atas , artinya semua jenis tuhan, dan tentunya kita paham, tuhan itu banyak sekali , berikut ta’rif atau definisi tuhan secara umum “ Tuhan ialah sesuatu yang kita rela didominasi olehnya, sehingga al-qur,an mengatakan ilahaka hawaka (tuhanmu adalah hawa nafsumu).. contoh lainnya : kita rela hidup kita didominasi oleh pekerjaan kita, sehingga kita melupakan kewajiban sebagai makhluk. Dan faktanya kalimat “ILAHA , tidak hanya merujuk kepada Allah, namun juga kepada yang lainnya.

Ketiga : perlu kita pahami juga, telah masyhur dalam qaidah tata bahasa Arab , kalimat LA , selalu menyembunyikan khabar/beritanya (dalam konteks ini kalimat ilaha berlaku sebagai mubtada/permulaan, padahal mubtada/permulaan selalu diiringi oleh khabar/kalimat berita), lalu apa yang disembunyikan (dalam hati kita).. nah !..di sini tergantung tingkat keimanan kita, dalam beberapa kitab tauhid, kalimat yang disembunyikan ialah “MA’BUDUN (yang wajib di ibadah) , sehingga lengkapnya “Tidak ada tuhan (yang wajib di ibadahi atau disembah) kecuali Allah. Inilah yang membuat para kafir Qurais enggan mengucapkan kalimat Tauhid, karena dalam sirah telah kita ketahui para kafir quraisy selain menyembah Allah , mereka juga menyembah yang lainnya, seperti latta , ‘uzzah, manat dan hubal.

Ke empat : ILLA (istisna) pengecualian , yakni di kecualikan dari tuhan tuhan yang disembah.

Ke lima : Allaha , dibaca Fathah atau dhommah (Mustasna),dikecualikan dari tuhan itu ialah “Allah , ada pun ulama ahli lughat/bahasa membaca Fathah dengan alasan , karena Allah bukan ilah/tuhan seperti tuhan-tuhan yang ditiadakan oleh kalimat “LA. Adapun dengan membaca Dhommah , karena Allah adalah juga tuhan namun di kecualikan dari tuhan-tuhan yang ditiadakan oleh kalimat “LA.


Mohon maaf , meski tulisan ini panjang namun uraian sebenarnya lebih dari ini.

Fitrah manusia

Diposting oleh Mastindi | 07.34 | | 0 komentar »
Sekedar sharing melanjutkan bahasan kita siang tadi, saya melihat dan memahami dari ungkapan  sisi yang paling mudah kita fahami sebagai orang awam.

Pertama : Zuyyina/dihiasi ini merupakan takdir yang menjadi fitrah manusiawi artinya sifat ini sudah terintegrasi dalam penciptaan kita.

Kedua : linnasi /untuk manusia (khusus manusia saja) ini dapat kita fahami bila kit abaca secara utuh , yakni tidak mungkin selain manusia senang kepada Emas atau kendaraan.

Ketiga : Hubbush shahawati / kecenderungan menyukai dan disinilah entri poinnya., yakni

a.    Minannisai wal banina /Kepada istri dan anak-anak sebagai pendamping yang melayani dan memahami kita juga anak – anak sebagai generasi penerus  keturunan atau keluarga.

b.    Wal qanatiril mukantharati minadz dhahabi wal fiddhati wal hailil musawwamati/harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, hal tersebut sebagai  symbol strata social , atau kedudukannya secara social di mata masyarakat.

c.    Wal an’ami wal hartsi/binatang-binatang ternak dan sawah ladang , juga merupakan symbol dari kesuksesan karir.

Kesemuanya itu merupakan “mata’ul hayatat dunya/ kesenangan kehidupan di dunia ,Namun yang perlu digaris bawahi dan menjadi perhatian ialah

“Wallahu ‘endahu husnul maab/dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
Artinya, bagaimana kita mampu dengan Iman sebagai karunia tertinggi yang Allah anugerahkan kepada kita, kita mampu menjadikan semua itu sebagai wasilah yang akan menghantarkan kita tetap berada dalam koridor ridha-Nya.

Sehingga Allah menjadikan kita pantas kembali kepada sang pemberi kenikmatan tersebut dengan balasan surge, sebagai tempat kembali yang paling baik.

apa yang saya sampaikan sekedar apa yang saya fahami, untuk memahami lebih dalam lagi perlu waktu khusus agar kita bisa mengclerkan ayat ini dengan ayat yang lain hingga saling mendukung dan melengkapi.


Wassalam.

Kapan datang pertolongan Allah

Diposting oleh Mastindi | 04.36 | | 0 komentar »
`tBur È,­Gtƒ ©!$# @yèøgs† ¼ã&©! %[`tøƒxC ÇËÈ   çmø%ã—ötƒur ô`ÏB ß]ø‹ym Ÿw Ü=Å¡tFøts† 4
Dan barang siapa yang bertakwa kepada
 Allah, maka akan di jadikan baginya jalan keluar (dari kesulitan) # dan akan diberikan rizeki dari arah yang tidak di 
duga-duga (QS 65 : 2,3)

Ketika membaca dan merenungi ayat ini, 
terdetik pertanyaan dalam hati yang masih terbingkai oleh keawamam wawasan pada aspek dinullah yang diiringi rendahnya kadar keimanan, benarkah janji Allah ? bukankah Allah adalah Zat yang tidak pernah ingkar janji. Tapi mengapa kesulitan silih berganti mendera seakan tak pernah mau beranjak.

Sebagai seorang Muslim kita di ajarkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah sebagaimana yang Allah ajarkan (QS 10:44),

Dalam ayat tersebut garis  starnya ialah “siapa yang bertakwa. Adapun hadirnya   solusi dari masalah yang kita hadapi berikut rizeki dari arah yang tidak terduga sebenarnya adalah buah dari kedekatan kita kepada Allah.

Maka, taqwa sebenarnya adalah investasi amal dan menjadi syarat yang harus kita tanam dan harus kita pupuk serta  kita pelihara secara maksimal, karena buah yang akan kita petik , yang kita harapkan menjadi jalan keluar atau solusi dari segala kesulitan kita berikut mudahnya rizeki mendatangi kita, tergantung bagaimana kita menanam inves amaliah kita.

Lebih jelasnya lagi, ayat di atas parallel dengan ayat lain hingga lebih memperjelas maksudnya.

$pkš‰r'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#þqãZtB#uä bÎ) (#rçŽÝÇZs? ©!$# öNä.÷ŽÝÇZtƒ ôMÎm6s[ãƒur ö/ä3tB#y‰ø%r& ÇÐÈ  

“ Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS 47;7)

Dengan demikian poinnya menjadi jelas, yakni’ yang membuat kita sulit keluar dari berbagai masalah terletak pada diri kita sendiri , yaitu benarkah kita sudah termasuk orang yang bertakwa ?


manipulasi photo di dalam/luar gelas

Diposting oleh Mastindi | 00.42 | | 0 komentar »
Bermain dengan photo shop memang asik, saya sendiri pun terkadang sampai lupa waktu, tahu tahu jam 00, kali ini saya akan coba memposting manipulasi Photo di dalam dan diluar gelas.

langkah pertama :Langkah awal. Siapkan  dua buah Photo, dan tentu yang pertama adalah fhoto gelas sebagai bagron , untuk yang satunya saya gunakan sebagai objeknya adalah adalah bidadariku tersayang







Ke dua : Klik gambar gelas yang nanti akan menjadi latar atau bagron .. lalu tekan ctrl + j maka gambar akan tergandakan secara otomatis seperti gambar di bawah


Ke tiga :Lalu seleksilah Photo dengan menggunakan rectanguler untuk kotak atau Elliptical untuk oval & bulat ,letaknya di pojok kiri atas no 2 setelah kursor


Ke empat : Klik edit  à copy di pojok atas



 Ke lima : Lalu klik gambar gelas sebagai latar .. lalu klik edit à paste, geser – geserlah bentuk frem sedemikian rupa agar tidak lebih besar dari gelas, karena kalu lebih besar menjadi janggal, untuk memperbaiki gunakan “layer à layer style à  blending Option... kotak katiklah di situ sesuai selera anda .. setelah selesai klik oke.



 Ke enam : Langkah selanjutnya seret atau draglah gambar layer 1 ke arah gelas, ingat di arah gelas harus pas hingga garis putih nampak, pas kan gambar mata ketemu mata, sehingga hasilnya seperti di bawah.


ke tujuh :Lalu rubahlah angka 100 pada fail sesuai kehendak anda, tentunya Photo harus terlihat samar.ingat yang aktif layer 1




Delapan :Selanjutnya klik masih di layer 1 klik add layer mask letaknya di pojok bawah seperti kamera kotak, dan lihat hasilya pada layer 1 ada tambahan kotak baru



Terakhir :Lalu klik eraser untuk menghapus histori, sapukan pada bagian Photo yang diluar gelas, sehingga nampak seperti di luar gelas


Selamat berkreasi





jangan golput

Diposting oleh Mastindi | 07.58 | | 0 komentar »
Demokrasi memang bukan bagian dari ajaran Islam, apalagi system itu merupakan wasilah memilih pemimpin, maka sangat mungkin orang kafir, munafik dan dzalim menjadi pemimpin, tapi untuk merubahnya tidak semudah membalik telapak tangan, karena itulah banyak saudara kita dari kalangan syalafi juga HT bahkan JAT memilih Golput dengan entri poinnya karena tidak bersesuaian dengan system Islam yakni Syuro.
Saya hanya berandai-andai ...

andai seluruh ummat Islam (yang benar benar islam) yang jumlahnya mayoritas memilih Golput, saya punya keyakinan pemilu akan tetap berlangsung , dan sangat mungkin ini sebagai tiket gratis bagi orang kafir dan sekuler sebangsa JIL melenggang mudah masuk senayan dan Istana serta menduduki posisi penting dan strategis , sebagai konsekuensi dari terpilihnya mereka.

Kita juga tahu tugas anggota legislatif bertugas  membuat undang undang sebagai instrumen dalam menjalankan kebijakan , adapun presiden yang punya hak prerogatif  juga bisa mengeluarkan kepres,(Keputusan presiden)  menteri  pun juga bisa mengeluarkan permen (peraturan menteri) sedangkan kepala daerah juga bisa membuat perda (peraturan daerah).

Dan mereka semua seperti  yang saya katakan di atas , adalah orang kafir dan sekuler , tentunya sebagaimana yang Allah katakan “

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS 2;120)

Yang perlu menjadi catatan kita ialah yahudi bukan sebagai sebuah bangsa , akan tetapi Yahudi Melayu, yakni bangsa Melayu dengan ideologi yahudi, di mana mereka pasti akan menjadikan Islam sebagi musuh bersama, dan di posisi mereka yang strategis dan bisa bekerja sama baik dalam hal kekuasaan maupun finansial sangat memungkinkan untuk membuat sebuah kebijakan yang sangat merugikan Ummat Islam, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi dengan kedok toleransi maupun sejenisnya.

Masih ingat jaman orde baru ?.. di mana ummat Islam benar-benar marginal karena perannya dikebiri, para khotib di awasi dan banyaknya rekayasa-rekayasa yang memojokkan Islam, semua itu tidak lepas dari “di mana posisi jabatan-jabatan strategis dikuasai oleh kalangan mereka.

Lalu apa jadinya kalau hal itu terjadi.

Kini saudara – saudara kita berjuang masuk parlemen dengan ijtihad politiknya, kita tidak tahu apa isi hati mereka,  namun yang jelas telah banyak kerja-sama antar partai Islam mengeluarkan kebijakan-kebijakan kepada ummat Islam dari uud seperti UUD perkawinan, sisdiknas dll maupun perda-perda syareah telah mewarnai perundang-undangan yang ada sebagi hasil jerih payah dan perjuangan mereka dalam mempersembahkan yang terbaik yang mereka mampu , meski harus berhadapan dengan partai besar.

Bukan hanya itu, keberadaan mereka di posisi penting ,baik di eksekutif maupun legislatif membuat gerakan Islam menjadi diperhitungkan dan mempunyai nilai tawar tinggi serta tidak begitu mudah di peralat dan direkayasa, apalagi sampai di bubarkan, sekali lagi ada peran penting sebagai sifat amanah meski relatif.

Untuk rekan-rekan syalafi , HTI dan yang merasa punya loyalitas kepada Islam, apakah kita diam saja saat ada saudara kita yang berjuang dengan ijtihad politiknya, sementara musuh-musuh Islam sudah sangat optimis mampu meraup suara , sekali lagi meraup suara dari saudara –saudara kita yang menjadi korban penggiringan opini dan pencitraan palsu.
Jalan dakwah anda kami hargai, bantu jugalah saudara – saudara kita yang telah memberi celah dengan kebijakan yang mereka perjuangkan sehingga anda dapat berdakwah tanpa rasa cemas.