MagzNetwork

Cahaya di kubur dan gelap di dunia

Diposting oleh Mastindi | 07.55 | | 0 komentar »
Sepenggal ungkapan dalam taklim
 “ Dunia itu gelap, sedangkan kubur itu terang.

Yang dimaksud gelap dalam ungkapan tersebut bukanlah  ketiadaan pelita atau sinar matahari, sebagaimana terang juga bukan karena adanya bias cahaya , namun konteks dari ungkapan tersebut ialah dalam format majaz atau kiasan dari pahala amaliyah kita. Di mana pahala ataupun dosa yang kita lakukan, tidak hanya bersifat maya (kalau maya masih bisa dilihat) namun benar benar bersifat ghaib (namun bukan berarti tidak ada) karena pahala atau dosa tersebut berupa janji dari sang pencipta, dan di dalam kuburlah semua jaza atau balasan amal kita menjadi terang benderang adanya.

Lalu bagaimana kita mempercayai adanya hal tersebut pahala dan dosa ? Iman . itulah jawabannya, karena bila iman anda bagus,  maka buahnya ialah kita dapat merasakan seperti apa yang ditanyakan seorang sahabat kepada Rasulullah, yakni “ bila dosamu menggelisahkanmu dan amal baikmu menenangkanmu, maka artinya ada iman di dadamu.


Aplikasi hadits Eka bhakti

Diposting oleh Mastindi | 16.53 | | 0 komentar »
Hadits merupakan tafsir yang paling shaheh bagi al-Qur,an, ada beberapa kitab hadits dari shaheh Bukhari, shahe Muslim dan beberapa kita hadits yang di bukukan berdasarkan perawinya, yang kita kenal dengan kutubus sitah.

Bagi anda yang sering berinteraksi dengan pc atau leptop kini ada aplikasi yang memudahkan anda untuk mempelajari hadits sebagai bekal untuk berdakwah, setidaknya untuk orang orang terdekat anda.

Untuk menggunakan sofwer  ini cukup mudah  hanya saja diperlukan keterampilan berbahasa Arab, karena sepertinya memang aplikasi ini di buat khusus bagi yang mengerti dan sering membaca hadits, artinya bagi orang yang banyak mengenal kosa kata bahasa Arab paling tidak banyak membaca hadits sehingga mudah mengingat maknanya.

Baiklah langsung saja kita ke link dari aplikasi tersebut yang anda dapat download di sini.


Siapa pilihan anda.

Diposting oleh Mastindi | 16.46 | | 0 komentar »
Sebentar lagi tepatnya 9 Afril 2014 kita akan memilih pemimpin negara dan wakil kita di parlemen.sekali lagi pemimpin negara bukan pemimpin agama, kenapa ? karena Indonesia bukan negara yang diatur atas dasar syareah, Indonesia adalah negara sekuler yang diatur oleh sebuah konstitusi hasil kompromi para wakil rakyat , tidak soal apa itu bertentangan dengan syareat atau tidak   yang terpenting konstitusi itu lahir setelah disetujui  oleh suara terbanyak.
Kita butuh pemimpin yang kapabel dan kredibel , atau yang bisa bekerja secara profesional hingga bisa berbuat adil tidak memihak kepada golongannya saja, dan mempunyai moral yang baik agar tindakannya sebagai seorang leadher menjadi contoh bagi ummat sehingga kebijakan dan regulasi yang di buatnya mendapat support dan kepercayaan dari masyarakat.

Demokrasi berbeda dengan syuro yang menjadi konsep dasar pemilihan pemimpin dalam Islam, demokrasi yang artinya “hukum rakyat (berasal dari bahasa Yunani) mekanismenya adalah menghitung jumlah suara, bukan menimbang mutu suara , satu orang satu suara, tidak ada bedanya suara seorang maling dengan suara seorang ulama. Adapun konsep syuro , atau musyawarah dalam memilih pemimpin dalam Islam ialah memilih yang terbaik dari yang terbaik oleh orang-orang terbaik, bukan yang terbanyak tapi yang lebih dekat kepada al-haq  di sisi Allah.

Menurut saya’ sebagai rakyat dan sebagai Muslim kita harus punya andil mengarahkan arah perjalanan bangsa ini melalui kebijakan para wakil yang kita pilih sebagai wasilahnya. Oleh  karena itulah memilih wakil yang akan menjadi pembawa aspirasi kita dan pemimpin yang akan menjadi imam di mana  dalam system konstitusi yang kita anut mempunyai hak prerogatif atau hak istimewa harus mempunyai ikatan emosional  secara ideologi atau se Aqidah.

Sulit menerapkan hukum Allah di sebuah negara sekuler, namun apa yang tidak bisa kita lakukan seluruhnya jangan tinggalkan semuanya,  (mengambil ungkapan dari alm. KH Zaenuddin Mz)lakukan sebagian yang tidak bertentangan dengan hukum yang ada, para wakil kita yang masih punya loyalitas kepada Islam atau “wala dan barra dengan konstitusi yang mereka setujui masih memberikan celah yang bisa kita manfaatkan untuk mengangkat dan menjaga “Ezzah atau kehormatan kaum Muslimin.


Atas dasar itu pilihlah pemimpin yang mempunyai sifat “wala atau loyalitas yang tinggi kepada Din ini,  yakni Islam, karena dengan Islamnya yang baik dia bisa berlaku  adil (menempatkan sesuatu pada tempatnya) atau profesional, dan juga punya sifat Barra, yakni mampu melepaskan diri dari hal-hal yang di luar koridor ridha Allah sehingga dia bisa melakukan tugas legislasinya dengan penuh amanah.

Mengecilkan gambar

Diposting oleh Mastindi | 00.39 | | 0 komentar »
Lama juga tidak mengunjungi blogg yang dulu dengan susah payah membuatnya.

Kali ini saya akan menjelaskan cara mengecilkan gambar, bukan persentasinya juga bukan di potong, melainkan ukuran kb atau mb nya.

Sebenarnya mudah sekali mengecilkan beban sebuah fail dengan format jpg,

Mengecilkan beban sebuah gambar biasanya dilakukan kalau kita akan memasukkan ke dalam hp yang tidak dapat membaca sebuah fail dengan ukuran besar, di mana biasanya gambar yang kita upload saat di klik bahkan di zomm yang timbul hanya gambar X atau silang.

Baiklah, langsung saja, untuk mengecilkan sebuah gambar tidak perlu sebuah aplikasi besar , sekelas Photo shop atau Photo impact atau sejenisnya cukup sebuah aplikasi yang menjadi bawaan Office, baik yang 2003, 2007 maupun 2010. Yakni ‘Microsoft Office Picture Manager.


Caranya : klik kanan gambar atau image yang akan anda kecil, lalu pilih à open With à Microsoft office 2010 lalu klik, maka akan keluar jendela baru berikut gambar yang akan anda kecilkan, dalam hal ini saya memakai model dari fhoto wanita berjilbab dengan ukuran 29.0 kb, hal ini dapat anda ketahui pada propertisnya yakni dengan mengklik ‘file à properts (lihat keterangan di pojok kanan jendela)

Langkah selanjutnya anda klik lagi ‘edit picture , maka akan keluar jendela baru ,


Klik lagi (di pokok kanan no 2 dari bawah ‘RISIZE), maka selanjutnya jendela kan berubah seperti gambar di bawah ini. 

Di jendela ini anda tinggal memilih , mau dikecilkan berapa persen, maka klik bulatan kecil di sampingnya, atau mau di robah lebar dan tingginya, saya sarankan agar gambar tidak rusak (sebaiknya gambar di gandakan dahulu dengan cara copy paste ketempat lain) memakai persen. Maka akan menjadi seperti ini tampilannya.

Sekarang anda tinggal merubah mau dikecilakan berapa persen, tinggal mengklik panah kecil di kolom persen atau langsung menginput dengan ketikan, saya ambil contoh misalnya 75 % , setelah selesai klik “OKE, maka gambar secara otomatis telah berubah,
Bagaimana cara anda mengetahui perubahannya , selain dari tampilan lebih yakinnya anda klik lagi ‘FILE à properti . maka hasilnya akan nampak keterangannya pada pojok kanan seperti pada gambar .

Sekarang kita tinggal menyimpan hasil gambar tersebut, caranya ; klik FILE à Save As. Maka akan keluar kembali jendela baru seperti pada gambar. 

Jangan lupa agar tidak bentrok rubahlah nama gambar tersebut dengan nama lain , kalau yang saya “ummy , saya tambah kata "baru jadi," ummy baru. Lalu klik ‘SAVE . selesai,

Kini anda tinggal cari lagi gambar tersebut untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Selamat mencoba.


Saat kita abai dalam dakwah

Diposting oleh Mastindi | 06.04 | | 0 komentar »


Bila dalam Qaidah usul mengatakan “al aslu fil amri lil wujub (kata perintah menunjukkan suatu kewajiban) tentu mahfum mukhalafahnya “an-nahyi lil haram (larangan menunjukkan keharaman)

Perbuatan zinah terjadi tidak berdiri sendiri, ada peran pihak lain, walaupun tidak instan, itulah sebabnya , larangan untuk satu objek (maf’ul) yang mufrad/tunggal ditujukan kepada subjek yang jama’/banyak.

Untuk  mencegah terjadinya fre sex di kalangan remaja , atau bahkan  yang sudah berkeluarga tidak cukup hanya dibebankan kepada tokoh agama seperti ulama, Kiai  atau guru ngaji, ataupun tokoh masyarakat baik mitra pemerintah maupun strukturnya juga aparat penegak hukum, tidak mungkin ketiga institusi tersebut berjalan atau bekerja sendiri, semuanya mutlak memerlukan kerja sama (bukan sama-sama bekerja) sekali lagi kerja sama yakni adanya koordinasi antar lembaga hingga tercipta sinergi (bentuk kerja sama kreatif) yang mumpuni dalam mempersempit gerak prilaku maksiat tersebut. Tak lupa juga peran serta orang tua .

Peran serta tokoh agama sebagai pengawal moral ummat mutlak diperlukan dalam bentuk pembinaan spiritual atau ruhiyahnya, jangan heran manakala remaja kita rusak, ummat lebih menyenangi kemungkaran, kalau kewajiban berdakwah hanya terhenti di surau atau langgar , bahkan acuh  saat melihat kemungkaran terjadi di depan matanya,atau metodologi dalam berdakwah membuat para santri  jemu atau bosan.

Tokoh masyarakat dan struktur pemerintah sebagai kepanjangan tangan ulil amri yang lebih dekat kepada masyarakat tidak  atau kurang pengarahkan kepada kegiatan yang positif, hingga begitu banyak waktu luang yang pada akhirnya membuka peluang terjadinya tindakan-tindakan di luar logika moral yang sehat.

Begitu pun penegak hukum harus lebih pro aktif tanpa harus menunggu laporan masyarakat , apalagi kultur masyarakat desa , yang mana mereka lebih memilih aman dan dapat bekerja dengan tenang, artinya tanpa ada perasaan terancam karena turut campur mengurusi masalah moral atau urusan orang lain,.pemetaan wilayah hukum dari rawan dan aman tidak sekedar berupa denah belaka .

Terakhir orang tua harus lebih ketat lagi dalam mengawasi putra putrinya, dalam sebuha haditsnya rasul bersabda

“dinul mar a muallaqun ‘ala dini khalilihi (agama seseorang tergantung agama temannya)

Artinya :Perhatikan !.. dengan siapa anak kita berteman , sebab secara psikologis seseorang berteman dan bersahabat karena adanya kesamaan persepsi, hobby bahkan adanya waktu luang yang sama, batasi fasilitas alat komunikasi yang tidak diperlukan bahkan cenderung di salah gunakan oleh putra-putri kita.

Terakhir , kemungkaran sudah ada sejak pertama kali manusia diciptakan, karena itulah Allah memberi kita aturan yang berupa agama, jadi , kembali ke agama secara utuh adalah jalan terbaik membentengi anak-anak kita agar tidak menjadi kaki tangan Iblis di muka bumi.


Catatan ini bagian dari wujud keprihatinan saya terhadap kampung halaman, namun saya yakin semua telah menjalankan fungsi dan tugasnya.