MagzNetwork

Mengecilkan gambar

Diposting oleh Mastindi | 00.39 | | 0 komentar »
Lama juga tidak mengunjungi blogg yang dulu dengan susah payah membuatnya.

Kali ini saya akan menjelaskan cara mengecilkan gambar, bukan persentasinya juga bukan di potong, melainkan ukuran kb atau mb nya.

Sebenarnya mudah sekali mengecilkan beban sebuah fail dengan format jpg,

Mengecilkan beban sebuah gambar biasanya dilakukan kalau kita akan memasukkan ke dalam hp yang tidak dapat membaca sebuah fail dengan ukuran besar, di mana biasanya gambar yang kita upload saat di klik bahkan di zomm yang timbul hanya gambar X atau silang.

Baiklah, langsung saja, untuk mengecilkan sebuah gambar tidak perlu sebuah aplikasi besar , sekelas Photo shop atau Photo impact atau sejenisnya cukup sebuah aplikasi yang menjadi bawaan Office, baik yang 2003, 2007 maupun 2010. Yakni ‘Microsoft Office Picture Manager.


Caranya : klik kanan gambar atau image yang akan anda kecil, lalu pilih à open With à Microsoft office 2010 lalu klik, maka akan keluar jendela baru berikut gambar yang akan anda kecilkan, dalam hal ini saya memakai model dari fhoto wanita berjilbab dengan ukuran 29.0 kb, hal ini dapat anda ketahui pada propertisnya yakni dengan mengklik ‘file à properts (lihat keterangan di pojok kanan jendela)

Langkah selanjutnya anda klik lagi ‘edit picture , maka akan keluar jendela baru ,


Klik lagi (di pokok kanan no 2 dari bawah ‘RISIZE), maka selanjutnya jendela kan berubah seperti gambar di bawah ini. 

Di jendela ini anda tinggal memilih , mau dikecilkan berapa persen, maka klik bulatan kecil di sampingnya, atau mau di robah lebar dan tingginya, saya sarankan agar gambar tidak rusak (sebaiknya gambar di gandakan dahulu dengan cara copy paste ketempat lain) memakai persen. Maka akan menjadi seperti ini tampilannya.

Sekarang anda tinggal merubah mau dikecilakan berapa persen, tinggal mengklik panah kecil di kolom persen atau langsung menginput dengan ketikan, saya ambil contoh misalnya 75 % , setelah selesai klik “OKE, maka gambar secara otomatis telah berubah,
Bagaimana cara anda mengetahui perubahannya , selain dari tampilan lebih yakinnya anda klik lagi ‘FILE à properti . maka hasilnya akan nampak keterangannya pada pojok kanan seperti pada gambar .

Sekarang kita tinggal menyimpan hasil gambar tersebut, caranya ; klik FILE à Save As. Maka akan keluar kembali jendela baru seperti pada gambar. 

Jangan lupa agar tidak bentrok rubahlah nama gambar tersebut dengan nama lain , kalau yang saya “ummy , saya tambah kata "baru jadi," ummy baru. Lalu klik ‘SAVE . selesai,

Kini anda tinggal cari lagi gambar tersebut untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Selamat mencoba.


Saat kita abai dalam dakwah

Diposting oleh Mastindi | 06.04 | | 0 komentar »


Bila dalam Qaidah usul mengatakan “al aslu fil amri lil wujub (kata perintah menunjukkan suatu kewajiban) tentu mahfum mukhalafahnya “an-nahyi lil haram (larangan menunjukkan keharaman)

Perbuatan zinah terjadi tidak berdiri sendiri, ada peran pihak lain, walaupun tidak instan, itulah sebabnya , larangan untuk satu objek (maf’ul) yang mufrad/tunggal ditujukan kepada subjek yang jama’/banyak.

Untuk  mencegah terjadinya fre sex di kalangan remaja , atau bahkan  yang sudah berkeluarga tidak cukup hanya dibebankan kepada tokoh agama seperti ulama, Kiai  atau guru ngaji, ataupun tokoh masyarakat baik mitra pemerintah maupun strukturnya juga aparat penegak hukum, tidak mungkin ketiga institusi tersebut berjalan atau bekerja sendiri, semuanya mutlak memerlukan kerja sama (bukan sama-sama bekerja) sekali lagi kerja sama yakni adanya koordinasi antar lembaga hingga tercipta sinergi (bentuk kerja sama kreatif) yang mumpuni dalam mempersempit gerak prilaku maksiat tersebut. Tak lupa juga peran serta orang tua .

Peran serta tokoh agama sebagai pengawal moral ummat mutlak diperlukan dalam bentuk pembinaan spiritual atau ruhiyahnya, jangan heran manakala remaja kita rusak, ummat lebih menyenangi kemungkaran, kalau kewajiban berdakwah hanya terhenti di surau atau langgar , bahkan acuh  saat melihat kemungkaran terjadi di depan matanya,atau metodologi dalam berdakwah membuat para santri  jemu atau bosan.

Tokoh masyarakat dan struktur pemerintah sebagai kepanjangan tangan ulil amri yang lebih dekat kepada masyarakat tidak  atau kurang pengarahkan kepada kegiatan yang positif, hingga begitu banyak waktu luang yang pada akhirnya membuka peluang terjadinya tindakan-tindakan di luar logika moral yang sehat.

Begitu pun penegak hukum harus lebih pro aktif tanpa harus menunggu laporan masyarakat , apalagi kultur masyarakat desa , yang mana mereka lebih memilih aman dan dapat bekerja dengan tenang, artinya tanpa ada perasaan terancam karena turut campur mengurusi masalah moral atau urusan orang lain,.pemetaan wilayah hukum dari rawan dan aman tidak sekedar berupa denah belaka .

Terakhir orang tua harus lebih ketat lagi dalam mengawasi putra putrinya, dalam sebuha haditsnya rasul bersabda

“dinul mar a muallaqun ‘ala dini khalilihi (agama seseorang tergantung agama temannya)

Artinya :Perhatikan !.. dengan siapa anak kita berteman , sebab secara psikologis seseorang berteman dan bersahabat karena adanya kesamaan persepsi, hobby bahkan adanya waktu luang yang sama, batasi fasilitas alat komunikasi yang tidak diperlukan bahkan cenderung di salah gunakan oleh putra-putri kita.

Terakhir , kemungkaran sudah ada sejak pertama kali manusia diciptakan, karena itulah Allah memberi kita aturan yang berupa agama, jadi , kembali ke agama secara utuh adalah jalan terbaik membentengi anak-anak kita agar tidak menjadi kaki tangan Iblis di muka bumi.


Catatan ini bagian dari wujud keprihatinan saya terhadap kampung halaman, namun saya yakin semua telah menjalankan fungsi dan tugasnya.

berdakwah dari yang terdekat

Diposting oleh Mastindi | 22.56 | | 0 komentar »

Saat kita mulai menapaki jalan dakwah, maka manajemen dakwah juga mutlak kita kuasai, baik dari segi materinya maupun mad,unya (objek dakwah) dari mana dakwah itu kita mulai.

Salah satu pijakan dalam berdakwah dari sisi objeknya Allah telah membuat sebuah pijakan dalam salah satu ayatnya .

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, (QS 26 : 214)
Dekat, baik dalam hal pertalian nasab/keluarga maupun geografis.

Berdakwah mulai dari yang terdekat inilah yang banyak diabaikan, padahal ada beberapa sisi positif yang dapat terbentuk .

Pertama :secara psikologis da’i akan menjaga sikap dan kata-katanya  karena dia tinggal dalam lingkungan jamaah/murid-muridnya.

Kedua : da’i  laksana dokter yang harus tahu persis penyakit pasiennya, dengan demikian akan mudah mendiagnosanya, artinya seorang da’i harus tahu penyakit sosial dan moral serta kebutuhan spiritual jamaahnya, dan hal itu tidak mungkin manakala seorang dai jauh dari jamaahnya, serta  minim interaksi .

Ketiga : Dakwah dimulai dari tablig/promosi, taklim/pembelajaran lalu taqwin/ pelaksanaan dan dekatnya seorang da’i kepada jamaahnya akan mudah mempermudah proses keberhasilan dakwah, itu pun dengan catatan adalah sinergi atau kerja sama dari semua pihak, baik dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dan beberapa hal manfaat yang lainnya.

Maka sangat ironi, bila dalam sebuah lingkungan masyarakat , ada satu dua orang hamba yang Allah berikan kemampuan dalam hal menyampaikan ilmu, tapi berdakwah jauh dari lingkungan tempat ia tinggal, diabaikan masyarakat  di mana ia dibesarkan.


Bersifat pemalu

Diposting oleh Mastindi | 04.37 | | 0 komentar »


“BERJALAN DENGAN RASA MALU,Ungkapan tersebut merupakan bagian dari sepenggal kisah 2 putri nabi Syu’aib AS. ketika bertemu nabi Musa AS, ketika Musa membantunya mengambilkan air di sumur.

Rasa malu yang merupakan bagian dari iman sudah seharusnya menjadi bagian yang wajib dimiliki setiap Muslim , dan lebih wajib lagi dimiliki oleh kaum Hawa/Muslimah.

Hal ini tergambar dari sikap 2 putri nabi Syu’aib yang diungkapkan dan diabadikan Allah dalam al-Qur,an ketika berjalan pun keduanya memilih berada di belakang nabi Musa AS, dan Musa pun memilih berjalan di depannya, makna filosofinya laki-laki adalah pemimpin bukan pengawal .

Nabi Musa dan 2 putri nabi Syu’aib khawatir bila berjalan di depannya tiupan angin nakal akan menyingkap gaunnya , atau setidaknya menunjukkan lekuk-liku tubuhnya.

Begitulah seharusnya Muslim dan Muslimah bisa saling menjaga akhlaq saat berinteraksi dengan lawan jenisnya.

Adapun laki-laki tidak pada mahqamnya menjadi pengawal, melainkan sebagai pemimpin, peminpin lebih tinggi dari sekedar mengawal, pemimpin mengayomi dan melindungi serta memberikan kesejahteraan , adapun pengawal  hanyalah melindungi.


MEMBANGUN KESALEHAN KOLEKTIF

Diposting oleh Mastindi | 05.04 | | 0 komentar »


اذا مات ابن ادم ان قطع كل عمله الا من ثلاث اشياء
صدقة جارية, علم نافع , ولد صالح يدعو له

Apa bila anak Adam meninggal maka putuslah semua amalnya , kecuali tiga perkara

1.       Shadaqah jariah
2.       Ilmu yang berguna
3.       Anak yang saleh yang mendoakan.

Hadits yang mulia di atas tidak hanya bermakna secara personal atau individu, atau di mana ketika seseorang telah dipanggil menghadap Allah maka semua amal ibadahnya menjadi terputus disebabkan Kematian itu sendiri .

Seorang Muslim harus mempunyai jiwa visioner (berwawasan jauh ke depan) apa yang diperbuatnya hari ini merupakan cikal bakal sebuah perubahan bagi masa depan.

Saat anda mengantar anak ke sekolah , realistis memang bila yang terbayang dan anda rasakan adalah repotnya menjalani rutinitas yang menjemukan setiap hari , atau mendset  yang terbangun ialah sedang  membangun masa depan anak  agar tiba di sekolah tidak terlambat, dapat mengikuti pelajaran dengan baik, tidak harus lelah di perjalanan (karena di antar) hingga segala sarana pra sarana  anda siapkan, bila pola pikir anda hanya sekedar itu maka investasi yang anda tanam sebatas  anak anda hidup sangat pragmatis  karena bersifat kini dan dini . namun bagi seorang Muslim apa yang anda lakukan untuk anak anda mendset yang di bangun ialah sedang membangun peradaban melalui anak anda.

Tanggung jawab seorang Mukmin dalam membangun masa depan depan ummat  , tidak terbatas ketika ia masih hidup,  akan tetapi seperti apa yang dikisahkan dalam sirah nabawiyah  “andai kamu tahu kiamat besok hari dan di tanganmu ada biji kurma untuk kau tanam , maka jangan kamu urungkan .

Shadaqah jariah adalah investasi  yang harus dikeluarkan oleh seorang muslim yang akan menjadi sarana kepentingan umum , dan kepentingan ummat sebagai  media penunjang  membangun ummat yang yang cerdas.

Ilmu yang berguna  merupakan manajerial yang yang akan menata  tiap sisi kehidupan seorang  dari hamba, baik secara pribadi maupun  berjamaah.

Anak yang shaleh merupakan sumber daya manusia yang berguna sekaligus  menjadi aset  ummat  yang siap menjadi   mengganti  atau khalifah atau wakil Allah Dwimuka bumi, yang senantiasa berdoa dan berusaha dengan ikhlas, sehingga Allah mewariskan bumi ini kepada yang memang berhak mengelolalanya.

“Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami lah mereka dikembalikan. (QS 19;40)