MagzNetwork

Setan Istilah dan hakikat

Diposting oleh Mastindi | 06.39 | | 0 komentar »

Secara hakikat Setan itu memang ada bagian dari bangsa Jin, namun secara Istilah Setan merupakan sesuatu ungkapan “yang jauh dari kebaikan atau istilah Arabnya,BA’ADA MINAL KHAIR.

Karena itulah Setan sebagai Istilah berasal dari dua golongan, yakni bangsa Jin dan bangsa manusia sebagaimana yang Allah jelaskan tentang musuh para nabinya

“Dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS 6;112)

Lalu apa yang harus kita takuti dari setan ?

Bentuknya seperti yang di visualisasikan di film-film horor, atau  apanya ?

Allah sudah jelaskan pada banyak ayat termasuk ayat di atas , bahwa Setan adalah musuh kita yang nyata, bukan nyata bentuknya, namun nyata permusuhannya dengan manusia, sebagaimana sumpahnya yang Allah abadikan dalam al-Qur,an

“Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (QS 15;39)

Setan menyesatkan manusia melalui bisikan dan rasa was was dalam hati manusia, dengan menumpangi hawa nafsu manusia, dia menggoda dengan kelembutan bahkan sangat samar, hingga terkesan perbuatan maksiat itu begitu indah dan menyenangkan.

Cara di ataslah yang sangat pantas kita waspadai.

Lau bagaimana kita tahu itu bahwa kita telah jatuh dalam perangkap setan ?

Jawabnya.

Perbanyak pengetahuan kita tentang Islam.




.



butuh motivasi

Diposting oleh Mastindi | 20.17 | | 0 komentar »



sebuah kapal karam di laut lepas, karena panik penumpang berhamburan terjun ke laut, sebuah Heli penyelamat terbang rendah menawarkan bantuan. pertama sebuah ban bekas, kedua kalung permata yang bertahtakan berlian mahal.

ketika mengisi mengisi taklim remaja saya tanya, mana yang kalian pilih ?

jawaban klasik . semua memilih ban bekas dengan alasan, "yang bisa menyelamatkan saat itu hanyalah ban bekas.

jawaban tersebut sebenarnya tidak salah, namun saya sampaikan, kita harus memilih dua duanya, alasannya" kalau kita hanya memilih ban lalu bagaimana nasib kita sesampai di darat, boleh jadi karena kita memikirkan kalung permata kita malah berenang semakin ke tengah, tapi kalau kita dapat memilih keduanya, maka semangat hidup kita semakin tinggi, arah berenang kita semakin fokus.

begitulah hidup ini, kita tidak hanya butuh sarana yang akan menjadi perantara atau wasilah keselamatan hidup kita namun juga butuh motivasi yang membuat hidup kita semakin jelas arahnya, motivasi tersebut bida berwujud kata-kata atau kita ciptakan sendiri yang berupa cita cita, dan motivasi yang ternyata mahal itulah yang sekarang jarang kita miliki.

Saat Nafsu menjadi tuhan

Diposting oleh Mastindi | 00.04 | | 0 komentar »



|M÷ƒuäu‘r& Ç`tB x‹sƒªB$# ¼çmyg»s9Î) çm1uqyd |MRr'sùr& ãbqä3s? Ïmø‹n=tã ¸x‹Å2ur ÇÍÌÈ

“ Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, (QS 25;43)

Ayat di atas mengingatkan saya kepada Allahu yarham Imanuddin yang akrab dipanggil bang Imad, beliau memang bukan seorang ulama , namun seorang ahli fisika di dewan pakar ICMI.

Beliau mendefinisikan tuhan , “bahwa tuhan ialah “ sesuatu yang kita rela di dominasi olehnya.

Artinya, bila sesuatu hal telah mendominasi kehidupan kita dan dalam hal tersebut tak ada nilai ibadahnya sebagai bentuk ketundukan kita kepada Allah, maka hal tersebut telah menjelma menjadi tuhan dalam kehidupan kita.

Karena “Al-hawa maknanya adalah kecenderungan kepada sesuatu yang begitu kuatnya kecenderungan tersebut hingga mengalahkan hati dan pikiran sehat kita, ibarat hewan yang diperturutkan hingga lepas kendali dan kita tidak bisa lagi menjinakkannya.

Begitu pun hawa nafsu yang kita perturutkan tanpa pengendalian , maka lambat laun pelan namun pasti maka hawa nafsu itu akan mendominasi kehidupan kita, tengoklah para maniak, betapa mereka merelakan banyak hal demi hobbynya, yang terkadang tidak dapat dicerna dengan logika sehat.

Pada akhir ayat ada kalimat “Istifham, yakni pertanyaan dari Allah

 “Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya.

Pertanyaan retoris, yakni tidak perlu di jawab, karena pertanyaannya sebenarnya adalah jawaban, yakni “tidak mungkin nafsu di kendalikan lagi bila hati kita pun telah buta.


membuat tulisan Arab di photo shop

Diposting oleh Mastindi | 07.35 | | 0 komentar »

TULISAN ARAB FORMAT JPG ATAU PNG

Sohib pembaca ,mungkin pernah melihat  tulisan Arab baik kaligrafi maupun bukan di face book,blogg maupun Web lainnya dengan format jpg atau png,susah sih enggak bikinnya ? gak susah !.. hanya perlu sedikit kreativitas adapun syaratnya

1.     Di windows kita sudah terinstal aplikasi Arabic, di Windows XP kalau gak lupa saya pernah posting caranya, adapun Windows 7 & 8 sepengetahuan saya sudah terintegrasi dengan Windowsnya  .

2.    Keyboard yang kita pakai juga sudah dimodifikasi sedemikian rupa, untuk memudahkan kita mengetahui letak hurufnya, tapi kalau susah beli saja yang sudah ada huruf Arabnya namun sedikit lebih mahal.

3.    Agar lebih leluasa memilih huruf tambahkan Font Arab, silahkan browsing di google.

4.    Microsof Office yang 2010,kalau yang 2007 instal dulu aplikasi merubah format word ke format pdf.

5.    Photo shop cs 3 atau 2 (contoh yang saya pakai cs 3)
Lalu bagaimana caranya ?

1.     Bukalah Office 2010 anda, lalu ketiklah ayat atau hadits yang anda ingin buat,jangan lupa seting format hurufnya yang di pojok bawah kiri kepada format huruf Arabic.

2.    Setelah selesai ,klik kiri atas , File à save & send à Create PDF /xps document à Create PDF/XPS lalu klik kemudian carilah lokasi dimana anda akan menempatkan dokumen tersebut sebelum di upload ke photo shop.

3.    Buka aplikasi Photoshop anda,lalu klik open --- silahkan browsing di mana anda menyimpan file forma pdf tersebut.

4.    Setelah terbuka biarkan setingan seperti apa adanya anda tinggal klik oke.

5.  Selanjutnya kita tinggal menyimpan file tersebut dengan format yang kita inginkan, mau format jpg atu png, caranya klik di pojok kanan atas --- file---save as --- setelah muncul kotak dialog pada kotak tulisan FORMAT di bawah file name klik tanda panah ke bawah pilihlah format yang anda inginkan, jangan lupa tulis nama filenya, sekaligus di forder mana anda akan meletakkan.

6.  Terakhir klik oke.. selesai. anda tinggal browser forder tersebut dan lihat hasilnya.
Selain cara di atas, ada lagi, tapi hasilnya tidak maksimal yakni dengan menfotho ketikan Arab yang kita buat di word,juga menggunakan aplikasi Photo shop.

Sekian semoga bermanfaat.

  



TARIKAT FERSI SAYA

Diposting oleh Mastindi | 20.05 | | 0 komentar »


Artikel ini posting, sesuai dengan judulnya yaitu tentang tarekat fersi atau menurut saya yang sangat,sangat awan tentang kedalaman ilmu Islam.

 Tarikat, bila mendengar ungkapan ini saya jadi teringat kepada beberapa rekan saya yang mengaku belajar atau mendalami ilmu tarekat, entah tarekat aliran apa namanya mereka tidak menjelaskan,karena setahu saya tarekat itu ada beberapa, mulai dari Naqsabandiyah, Zadziliyah, Akmaliah dan entah yang apa lagi saya kurang faham.

Namun yang membuat saya kecewa, seperti ada yang lain sejak mereka mendalami ilmu tersebut, seperti ada pandangan yang merendahkan terhadap orang lain, seperti sering mengajak berdebat, dan anehnya lagi saat majadalah itu dilayani dengan argumentasi dari ayat-ayat al-qur,an dan hadits-hadits yang shaheh mereka mengatakan, “gak nyambung itu baru syareat,ilmunya anak TK (taman kanak-kanak) kamu belum nyampe ilmunya.

Sepengetahuan saya,mendalami Islam itu bila ingin benar benar serius,tentunya ada beberapa syarat yang mutlak tidak boleh tidak harus di miliki, seperti ilmu tata bahasa Arab, dari Nahwu, Sharraf, Balaghah tafsir tapi ini anehnya tak dimiliki,bahkan seorang santri senior yang menjadi Ustadz yakni guru saya sendiri di pesantren bahkan dilanjutkan ke luar negeri menjadi guru tetap di beberapa majelis taklim., dibuat seperti tidak berdaya saat di debat .

Sebagai orang awam,saya yang belum pernah atau mungkin juga lupa mungkin pernah bersentuhan dengan salah satu cabang ilmu Islam ini,punya penilaian atau tafsir sendiri menurut ilmu saya yang awan,saya katakan seperti karena hanya amal seperti inilah yang dapat saya persembahkan untuk kehidupan dan tanggung jawab saya kelak di hadapan Allah.

Inilah tarekat, syareat, hakikat dan makrifat menurut saya

Tariqah,adalah bahasa Arab yang artinya jalan , tentunya jalan yang di maksud adalah jalan menuju Ridha Allah, dan jalan itu menurut saya adalah Islam dalam hidup kita jangan sampai kita menggunakan jalan lain, bahkan sampai kita mati pun harus selalu berada di jalan ini, seperti firmannya.

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (QS 3;102)

Adapaun Syareat, artinya adalah cara, juga bahasa Arab,yakni bagaimana cara kita berjalan di jalan Allah, tentunya cara kita berada di jalan-Nya harus sesuai dengan yang di perintahkan oleh yang punya jalan itu, itulah kenapa Allah menurunkan rasul ke dunia dan dalam bentuk fisik manusia, selain rasul itu memberikan contoh bagaimana cara menjalani aturan Allah, juga bentuk fisik dan psikis yang sama dengan kita yakni manusia maka tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan tidak bisa mengikuti maunya yang mempunyai jalan, karena pemberi contoh juga manusia. Dan tentunya semua cara yang kita lakukan saat berada di jalannya mempunyai nilai yang sama, yakni ibadah.

Selanjutnya, hakikat ,yakni tujuan setiap perintah atau hikmah sebuah amr bila kita renungi , (dan ini membutuhkan pengetahuan lebih dalam lagi) ternyata bukan untuk yang punya jalan melainkan demi kemaslahatan pengguna jalan itu, yakni kita sebagai manusia. Saya beri contoh , anda merasa ribet dan keberatan saat setiap pengendara harus memakai Helm, dan anda baru merasakan manfaat Helm tersebut saat anda atau jatuh melihat orang lain kecelakaan , dan kita data tertinggi penyebab Kematian dalam kecelakaan pengendara sepeda motor ialah luka di kepala, dan ini bisa di minimalisir bila kita atau pengendara menggunakan helm .maka saat itulah kita sadar, ternyata mengenakan Helm adalah kebutuhan kita, adapun contoh ini kaitannya dengan hakikat ialah semua perintah Allah ketika kita berada di jalan-Nya ternyata ada;lah untuk kebutuhan dan kemaslahatan kita sendiri.

Yang terakhir ialah ma’rifat,yakni mengenal,maka bila semua urutan dari Tarikat, Syareat, hakikat kita mampu menelaah dan menjalani secara baik  serta ikhlas maka kita akan mengenal Allah bukan sebagai pemberi beban yang namanya perintah dan larangan, karena perintah dan larangan Allah sebenarnya bukanlah kumpulan beban, semua itu adalah wujud dari kasih dan sayang Allah kepada Makhluk-Nya,yang tercermin dari sifat utamanya yakni “Rachman dan Rachim Maha kasih dan Sayang, ia memberi atau mengasihi sebagai wujud rasa sayang, ia memberi perintah dan mencegah suat perbuatan juga karena sayang.

Wallahu a’lam bissawab.