MagzNetwork

membuat tulisan Arab di photo shop

Diposting oleh Mastindi | 07.35 | | 0 komentar »

TULISAN ARAB FORMAT JPG ATAU PNG

Sohib pembaca ,mungkin pernah melihat  tulisan Arab baik kaligrafi maupun bukan di face book,blogg maupun Web lainnya dengan format jpg atau png,susah sih enggak bikinnya ? gak susah !.. hanya perlu sedikit kreativitas adapun syaratnya

1.     Di windows kita sudah terinstal aplikasi Arabic, di Windows XP kalau gak lupa saya pernah posting caranya, adapun Windows 7 & 8 sepengetahuan saya sudah terintegrasi dengan Windowsnya  .

2.    Keyboard yang kita pakai juga sudah dimodifikasi sedemikian rupa, untuk memudahkan kita mengetahui letak hurufnya, tapi kalau susah beli saja yang sudah ada huruf Arabnya namun sedikit lebih mahal.

3.    Agar lebih leluasa memilih huruf tambahkan Font Arab, silahkan browsing di google.

4.    Microsof Office yang 2010,kalau yang 2007 instal dulu aplikasi merubah format word ke format pdf.

5.    Photo shop cs 3 atau 2 (contoh yang saya pakai cs 3)
Lalu bagaimana caranya ?

1.     Bukalah Office 2010 anda, lalu ketiklah ayat atau hadits yang anda ingin buat,jangan lupa seting format hurufnya yang di pojok bawah kiri kepada format huruf Arabic.

2.    Setelah selesai ,klik kiri atas , File à save & send à Create PDF /xps document à Create PDF/XPS lalu klik kemudian carilah lokasi dimana anda akan menempatkan dokumen tersebut sebelum di upload ke photo shop.

3.    Buka aplikasi Photoshop anda,lalu klik open --- silahkan browsing di mana anda menyimpan file forma pdf tersebut.

4.    Setelah terbuka biarkan setingan seperti apa adanya anda tinggal klik oke.

5.  Selanjutnya kita tinggal menyimpan file tersebut dengan format yang kita inginkan, mau format jpg atu png, caranya klik di pojok kanan atas --- file---save as --- setelah muncul kotak dialog pada kotak tulisan FORMAT di bawah file name klik tanda panah ke bawah pilihlah format yang anda inginkan, jangan lupa tulis nama filenya, sekaligus di forder mana anda akan meletakkan.

6.  Terakhir klik oke.. selesai. anda tinggal browser forder tersebut dan lihat hasilnya.
Selain cara di atas, ada lagi, tapi hasilnya tidak maksimal yakni dengan menfotho ketikan Arab yang kita buat di word,juga menggunakan aplikasi Photo shop.

Sekian semoga bermanfaat.

  



TARIKAT FERSI SAYA

Diposting oleh Mastindi | 20.05 | | 0 komentar »


Artikel ini posting, sesuai dengan judulnya yaitu tentang tarekat fersi atau menurut saya yang sangat,sangat awan tentang kedalaman ilmu Islam.

 Tarikat, bila mendengar ungkapan ini saya jadi teringat kepada beberapa rekan saya yang mengaku belajar atau mendalami ilmu tarekat, entah tarekat aliran apa namanya mereka tidak menjelaskan,karena setahu saya tarekat itu ada beberapa, mulai dari Naqsabandiyah, Zadziliyah, Akmaliah dan entah yang apa lagi saya kurang faham.

Namun yang membuat saya kecewa, seperti ada yang lain sejak mereka mendalami ilmu tersebut, seperti ada pandangan yang merendahkan terhadap orang lain, seperti sering mengajak berdebat, dan anehnya lagi saat majadalah itu dilayani dengan argumentasi dari ayat-ayat al-qur,an dan hadits-hadits yang shaheh mereka mengatakan, “gak nyambung itu baru syareat,ilmunya anak TK (taman kanak-kanak) kamu belum nyampe ilmunya.

Sepengetahuan saya,mendalami Islam itu bila ingin benar benar serius,tentunya ada beberapa syarat yang mutlak tidak boleh tidak harus di miliki, seperti ilmu tata bahasa Arab, dari Nahwu, Sharraf, Balaghah tafsir tapi ini anehnya tak dimiliki,bahkan seorang santri senior yang menjadi Ustadz yakni guru saya sendiri di pesantren bahkan dilanjutkan ke luar negeri menjadi guru tetap di beberapa majelis taklim., dibuat seperti tidak berdaya saat di debat .

Sebagai orang awam,saya yang belum pernah atau mungkin juga lupa mungkin pernah bersentuhan dengan salah satu cabang ilmu Islam ini,punya penilaian atau tafsir sendiri menurut ilmu saya yang awan,saya katakan seperti karena hanya amal seperti inilah yang dapat saya persembahkan untuk kehidupan dan tanggung jawab saya kelak di hadapan Allah.

Inilah tarekat, syareat, hakikat dan makrifat menurut saya

Tariqah,adalah bahasa Arab yang artinya jalan , tentunya jalan yang di maksud adalah jalan menuju Ridha Allah, dan jalan itu menurut saya adalah Islam dalam hidup kita jangan sampai kita menggunakan jalan lain, bahkan sampai kita mati pun harus selalu berada di jalan ini, seperti firmannya.

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (QS 3;102)

Adapaun Syareat, artinya adalah cara, juga bahasa Arab,yakni bagaimana cara kita berjalan di jalan Allah, tentunya cara kita berada di jalan-Nya harus sesuai dengan yang di perintahkan oleh yang punya jalan itu, itulah kenapa Allah menurunkan rasul ke dunia dan dalam bentuk fisik manusia, selain rasul itu memberikan contoh bagaimana cara menjalani aturan Allah, juga bentuk fisik dan psikis yang sama dengan kita yakni manusia maka tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan tidak bisa mengikuti maunya yang mempunyai jalan, karena pemberi contoh juga manusia. Dan tentunya semua cara yang kita lakukan saat berada di jalannya mempunyai nilai yang sama, yakni ibadah.

Selanjutnya, hakikat ,yakni tujuan setiap perintah atau hikmah sebuah amr bila kita renungi , (dan ini membutuhkan pengetahuan lebih dalam lagi) ternyata bukan untuk yang punya jalan melainkan demi kemaslahatan pengguna jalan itu, yakni kita sebagai manusia. Saya beri contoh , anda merasa ribet dan keberatan saat setiap pengendara harus memakai Helm, dan anda baru merasakan manfaat Helm tersebut saat anda atau jatuh melihat orang lain kecelakaan , dan kita data tertinggi penyebab Kematian dalam kecelakaan pengendara sepeda motor ialah luka di kepala, dan ini bisa di minimalisir bila kita atau pengendara menggunakan helm .maka saat itulah kita sadar, ternyata mengenakan Helm adalah kebutuhan kita, adapun contoh ini kaitannya dengan hakikat ialah semua perintah Allah ketika kita berada di jalan-Nya ternyata ada;lah untuk kebutuhan dan kemaslahatan kita sendiri.

Yang terakhir ialah ma’rifat,yakni mengenal,maka bila semua urutan dari Tarikat, Syareat, hakikat kita mampu menelaah dan menjalani secara baik  serta ikhlas maka kita akan mengenal Allah bukan sebagai pemberi beban yang namanya perintah dan larangan, karena perintah dan larangan Allah sebenarnya bukanlah kumpulan beban, semua itu adalah wujud dari kasih dan sayang Allah kepada Makhluk-Nya,yang tercermin dari sifat utamanya yakni “Rachman dan Rachim Maha kasih dan Sayang, ia memberi atau mengasihi sebagai wujud rasa sayang, ia memberi perintah dan mencegah suat perbuatan juga karena sayang.

Wallahu a’lam bissawab.




Ilmu dan harta

Diposting oleh Mastindi | 18.03 | | 0 komentar »


Ada yang mengatakan ungkapan di atas bukan hadits tapi atsar (ucapan sahabat) bahkan mauedzah nasihat ulama, namun yang jelas secara logika ungkapan tersebut sangat masuk akal bila kita kaitkan dengan fenomena kehidupan kita sehari hari.

Pertama :masalah ekonomi, betapa besar pengaruhnya ekonomi bahkan sebuah negara sehebat apapun bila dilanda masalah ekonomi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sang pemimpin akan anjlok , bahkan keamanan akan tidak stabil, karena kemiskinan terjadi di mana mana.

Adapun dalam skala mikro , betapa banyak terjadinya kejahatan di latar belakangi masalah ekonomi, hancurnya rumah tangga, anak anak yang terlantar bahkan pendidikan yang terbengkalai berpangkal dari masalah ekonomi.

Dalam masalah Aqidahpun nabi sampai berwasiat :

“Kadal faqru ayyakuna Kufra (hampir-hampir kefakiran menjerumuskan kepada kekafiran)
Kedua : pengetahuan. Tidak kalah pentingnya yaitu pengetahuan atau ilmu, karena kebodohan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemiskinan dan  keterbelakangan, karena itulah wahyu yang pertama kali turun ialah, tentang pengetahuan, bahkan yang pertama kali diberikan kepada Adam sebelum diturunkan ke bumi alah pengetahuan, agar Adam dapat mengelola bumi.

Intinya bila seseorang atau sebuah negara kuat dalam dua hal pengetahuan dan ekonomi maka dunia mudah di kuasai.

Lebih penting dari keduanya tentunya ialah akhlaq yang harus menjadi kemasannya.

Pilihan ada setiap saat

Diposting oleh Mastindi | 07.59 | | 0 komentar »

Setiap hari kita selalu dihadapkan dengan pilihan, baik sukarela maupun terpaksa, kita harus memilih, bila mundur kita akan tergilas, bila berhenti kita akan tertabrak .itulah roda kehidupan yang tak pernah mengenal kata berhenti.

Setiap pilihan dengan resikonya sendiri, namun bila pilihan-pilihan tersebut dapat kita prediksi resikonya, pilihlah yang paling sedikit, paling kecil atau ringan resikonya, jangan karena alasan ingin mencoba sebuah tantangan kita jatuhkan pilihan kita kepada sesuatu yang sangat besar resikonya.

Masih banyak hal lain yang harus, atau menanti untuk kita kerjakan, jangan habiskan energi kita hanya untuk mendapat sesuatu yang disebut dengan “kebanggaan, namun tak jelas tujuannya.

Bila kita bimbang dengan beberapa pilihan, Allah telah memberikan solusi, lakukan shalat Istikharah, posisikan diri kita secara netral, jangan dulu condong kepada salah satunya, hingga Allah memantapkan hati kita untuk memilih salah satunya.


Dunia ladang akherat

Diposting oleh Mastindi | 00.09 | | 0 komentar »

Meski ditulis tanpa harkat, siapa pun pasti tahu doa di atas, bahkan hafal, “doa sapu jagat, begitulah dulu ustad saya mengenalkan doa tersebut, sebuah doa yang meliputi segala hal, yakni kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Dunia merupakan ladang bagi akhirat , dunia adalah tempat kita bercocok tanam, semakin kreatif kita bercocok tanam semakin besar harapan mendapat panen yang melimpah, namun jangan lupa, jangan abai ada hama yang siap menggrogoti tanaman di ladang amal kita, hama itu adalah riya, sum,ah , ‘ujub, takabbur dan berbagai maksiat yang mampu merusak bahkan musnah sama sekali, dalam bahasa al-Qur,annya

“habitat a’maluhum (hapus amal-amal mereka)

Kreativitas dalam berladang yang sebenarnya menunjukkan kecerdasan kita, namun hati-hati kreativitas dalam beramal tidak boleh melewati koridor syareah yang telah Allah tetapkan, itulah yang sering kita kenal dengan bid,ah, yakni menambah-nambah , merubah dan mengurangi sesuatu amalan, dengan anggapan bahwa itu hal yang baik, atau Istihsan (menganggap baik) padahal para sahabat bahkan rasul sendiri tdak pernah memberikan contoh.

Amaliah yang tanpa contoh itulah yang kelak akan menjadi parasit atau benalu, di pohon yang kita tanam, lambat laun benalu tersebut akan mematikan pohon tanpa kita sadari, bahkan begitu samar dan serupanya benalu dengan batang pohon sehingga kita tidak sadar, telah menganggap benalu itu bagian dari pohon tersebut, itulah Bid,ah yang akan mematikan sunnah.

Akherat yang hasanah . tak lepas dari usaha kita sewaktu mananam amal di ladang dunia yang panennya di akhirat, baik dalam berladang, ialah yang baik dan benar menurut si pemberi contoh, yakni rasulullah, bukan baik menurut asumsi atau pendapat kita sendiri, sebab bila kebaikan itu menurut asumsi manusia, maka lama kelamaan Islam akan kehilangan identitas aslinya, karena masing masing akan menganggap amaliahnya lah yang paling baik, karena merasa pintar atau gurunya orang pintar.

tidak ada dua kebenaran , bila ada , maka ada dua kemungkinan, hanya satu yang benar atau kedua-duanya salah.

wallahu a'lam..