MagzNetwork

Takut Setan ..

Diposting oleh Mastindi | 18.06 | | 0 komentar »

Takut !.. perasaan ini merupakan fitrah setiap manusia normal tanpa kecuali, namun bagaimana kalau takut setan ?
Ada tiga hal yang menjadi latar belakang adanya rasa takut terhadap setan
Pertama : karena kemunculannya yang selalu tiba-tiba , andai saja setan muncul secara berlahan sedikit demi sedikit maka seiring itu pula kita akan beradaptasi dengan kemunculannya.

Kedua : karena bentuknya, sebenarnya bentuk setan yang sering kita lihat baik dalam tayangan maupun dalam penampakannya hanyalah tergantung visualisasinya (gambar)pada asumsi kita, bila kita asumsikan bentuk setan seperti pocongan maka ia akan muncul seperti itu, dalam hal inilah , Imam Syafi’e Rahimahumullah memberikan pendapatnya “barang siapa yang mengaku melihat setan maka ia telah murtad, (maksudnya dalam bentuk aslinya) ,adapun Rasulullah melihat dalam bentuk aslinya atas idzin Allah. kembali ke atas, sebenarnya seseram apapun bentuk setan kita tidak akan takut kalau kita terbiasa melihatnya, tambahan lagi padahal setan bisa saja dgn ilmu sihirnya (dikalangkan Setan/Jin ada juga yang mempelajari sihir sebagaimana manusia) menampakkan bentuk sesuai ke inginannya, sebagaimana yang di nyatakan Rasulullah, ia bisa berubah menjadi Anjing, kucing, ular kalajengking dll sesuai keinginannya, hanya menyamai Rasulullah sajalah yang ia tidak bisa, bahkan boleh jadi nyi Roro kidul yang kita kenal bukanlah seorang perempuan.

Ke tiga : pada saat kita iseng atau sendiri, karena rasa takut akan sedikit berkurang bahkan hilang manakala kita beramai-ramai, dalam sebuah pameo di jelaskan.. tiga orang penakut berkumpul , maka yang terjadi menjadi tiga orang pemberani (kalau takut juga kebangetan)
Lalu bagaimana sebenarnya kita meletakkan rasa takut pada porsi yang sebenarnya ? takut !. sebenarnya hanya kepada Allah, kita bisa membuat contoh,. Saat malam hari kita bangun untuk shalat Malam, manakah yang lebih anda utamakan, takut pada Allah lalu berusaha menembus kegelapan malam untuk mengambil air wudhu , atau memilih merapatkan selimut karena takut melihat hantu,. Jawabannya ada pada diri anda sendiri.

Adab seorang penuntut ilmu.

Diposting oleh Mastindi | 16.30 | | 0 komentar »

Belajar merupakan hal yang wajib bahkan kebutuhan bagi manusia khususnya seorang Muslim atau mukmin, hal ini tersurat pada wahyu pertama Allah turunkan pada baginda yang Mulia yang berbunyi “Iqra (bacalah) dan makna dari membaca bukan hanya mengucapkan rangkaian huruf yang menjadi kata lalu tersusun menjadi sebuah kalimat, namun membaca bisa juga melihat dan menelaah lingkungan dan pengalaman orang lain, karena hasil dari hal tersebut sama yakni tercapainya sebuah pemahaman tentang sesuatu hal yang kita sebut “ilmu.

Betapa mulianya Ilmu dalam Islam, sampai perjalanan dalam menuntut ilmu merupakan perjalanan yang penuh berkah, dan setiap langkahnya dalam naungan dan ridha Allah yang mana satu langkah kakinya menghapus dosa dan kaki lainnya meninggikan derajat bagi pelakunya.

Di kecualikan dari ilmu sihir atau yang sejenisnya, Islam tak pernah membeda-bedakan ilmu , karena ilmu yang dipelajari manusia merupakan kumpulan pengalaman baik melalui riset atau ke tidak sengajaan karena yang dipelajari merupakan ayat-ayat Allah yang bersifat Qauniah, maka logikanya bila menuntut ilmu duniawiyah saja harus , tentunya yang berhubungan langsung dengan ukhrawinya pastilah lebih wajib.

Namun terlepas dari itu ada 4 hal yang mesti dilakukan oleh seorang penuntut ilmu untuk mendapatkan keberkahan dari ilmunya.

· Meniatkan, dengan menuntut ilmu itu untuk melepaskan dirinya dari kebodohan karena kebodohan akan membuat dirinya tertinggal dalam banyak hal , baik pergaulan secara sosial maupun budaya masyarakat beradab, sampai Allah menyinggung dalam hal ini.
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(QS 39;9)

· Agar dengan ilmunya dia bisa memberikan manfaat bagi orang lain, yakni membantu dengan keahliannya secara ikhlas sebagaimana yang di serukan oleh baginda yang mulia Rasulullah SAW. (sebaik-baik manusia , ialah manusia yang bisa memberikan manfaat bagi manusia yang lain al-hadits)

· Menghidupkan budaya belajar dan ilmu, karena bila kita meninggalkan sesuatu ilmu maka ilmu itu akan hilang, terutama ilmu yang berkenaan dengan masalah ukhrawi, seperti tata bahasa Arab, Qaidah usul dll, Rasulullah bersabda “ pelajarilah sesuatu ilmu, sebelum diangkat ilmu itu, dan Allah mengangkat sesuatu ilmu ialah dengan mewafatkan ulama ahlinya al-Hadits)

· Terakhir dengan ilmu itu agar ia dapat beramal dengan ke imanannya, sebab Allah tidak akan menerima iman tanpa amal dan tidak akan menerima amal tanpa ilmu, ilmu bagai penerang dalam gelap seseorang bila tidak memahami sesuatu keahlian lalu ingin terlibat dalam hal itu ibarat berada dalam gelap, ia hanya mengira-ngira apa yang akan ia lakukan, karena ketidak tahuannya.
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. (QS 35;19)
dan dalam ayat yang lain Allah mendahukan mempelajari sesuatu ilmu daripada mengamalkannya Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS;17;26)

Sebagai penutup, janganlah sekali-kali menuntut ilmu hanya untuk kepentingan duniawiyah semata atau hanya ingin berdebat dengan ilmu yang dimilikinya, untuk menggapai sesuatu kebanggaan yang semu, padahal ilmu yang kita miliki ibarat mencelupkan satu jari ke dalam air laut, lalu kita angkat, nah yang menempel di jari itulah ilmu kita , adapun yang terbanyak di laut itulah ilmu Allah, “Subhanallah...

positif negatif dari bola

Diposting oleh Mastindi | 00.08 | | 0 komentar »


Menarik sekali khotbat jum, at kali ini, khotib membawa materi “Ta’awwun (tolong menolong atau kerja sama) dengan mengambil contoh yang aktual,yakni bola, antara positif dan negatifnya.


Beliau membeberkan sisi negatif lebih dahulu pada bola, yang beliau maksud adalah para penggemarnya baik yang sekedar simpatisan maupun sudah maniak, adalah pada pertandingan kemarin (piala AFF)bahkan pertandingan piala dunia sekalipun yaitu pada pertandingan kemarin yakni,


1. Bagaimana shalat Maghrib dan Isya para penonton yang sudah ada di stadion sejak sebelum Mahgrib, bahkan ada yang sebelum Asyar.


2. Terjadinya “ihktilat (campur baur laki dan perempuan) yang bukan muhrim.


3. Pada lagu “garuda di dadaku, ada lirik lagu yang berbunyi “hari ini pasti menang , adalah sesuatu yang melampaui kemampuan manusia yakni memastikan sesuatu yang belum terjadi , yang pada akhirnya “kita kalah,. Padahal kepastian terjadinya sesuatu hanyalah rahasia Allah.


4. Dan pada saat demam piala dunia berapa banyak orang yang sengaja bangun malam antara jam 2 s/d jam 4 menjelang subuh untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangannya, padahal pernahkah ia lakukan itu untuk shalat malam. Dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bola yang membuat kita lalai dengan kewajiban kita baik selaku makhluk yang bersosial maupun sebagai seorang muslim.


Adapun sisi positifnya sebagai sebuah permainan kolektif , bola memerlukan kerja sama yang serasi dari kiper, bek, penyerang baik kanan kiri maupun tengah untuk meraih sebuah keberhasilan, kita pernah mengenal pemain-pemain termahal karena kepandaiannya di lapangan hijau, tapi bisakah mereka bermain sendiri ? masing-masing pemain mempunyai peran yang penting dan keahlian sesuai posisinya di lapangan, namun terkadang kita hanya mengenal mencetak gol karena hitungan angka, tanpa pernah berpikir bagaimana sulitnya kiper menangkap bola cepat yang menuju gawang.


Begitulah seharusnya seorang Muslim, masing-masing bekerja sama untuk kemajuan dakwah Islam, baik kemajuan fisik maupun non fisik, seorang dermawan janganlah tinggi hati karena besarnya sumbangan untuk membangun Masjid, perhatikan! ada sang du’afa yang tidak mau di bayar, yakni menyumbang dengan tenaga, baik sebagai tukang maupun kenek dan yang lainnya menyumbang dengan do’a bagi sang dermawan agar diberikan rizeki melimpah.


Bagaimana dengan saudara kita yang meringkuk di tahanan yang kita salahkan karena pola dakwahnya yang keras dan ofensif, lalu di tangkap penguasa karena meresahkan pihak non Muslim padahal niat mereka tulus, dan adakalanya kekerasan itu terjadi karena memang diperlukan , yakni saat lawan bertindak provokatif , meremehkan bahkan menodai kesucian agama kita, merekalah yang menggetarkan musuh-musuh Islam , yang membuat non Muslim garis keras harus berpikir dua kali untuk mengganggu Umat Islam, bukankah Islam punya Umar, Hamzah yang kekerasan sikaf mereka, mereka tujukan pada kaum kafir harbi, ghirah mereka dalam dakwah patut kita contoh, dari pada seorang Muslim yang lemah gemulai, dengan alasan “toleransi dan nasionalisme, tapi mengorbankan harga diri agamanya. Naudzu billah min dzalik.

Menyambut natal di pondok

Diposting oleh Mastindi | 05.53 | | 0 komentar »

KH. Fadholi el-Muhir (al-marhum) salah seorang ulama NU yang aku kagumi, keperduliannya terhadap gerakan Kristenisasi selalu beliau tunjukkan setiap malam Natal, dengan mengadakan Tabligh Akbar dengan mengundang ulama-ulama kondang juga tokoh masyarakat dan aparat pemerintah dengan jumlah jamaah mencapai ribuan orang dan mengambil tempat di sisi samping pondok, inti dari acara tersebut ialah menyelamatkan Aqidah saudara se Iman dari ikutnya mereka merayakan Natal bersama.

Sosok beliau memang agak kontroversi terutama dengan FBR nya (Forum Betawi Rempug) bagi sebagian orang, terutama Madura (maaf saya sendiri Madura) tapi bagi yang mengenalnya secara dekat akan mengetahui diri beliau yang sebenarnya, beliau sering sedih dengan bentrokan yang sering terjadi antara Betawi dan Madura yang notabene keduanya sesama Muslim, lebih-lebih pondok pesantren beliau dikelilingi etnis Madura bahkan juga mereka sebagai donatur dari pondok beliau yang banyak menampung anak yatim, hal ini sering beliau keluhkan kepada para Ustadz pengajar yang sebagiannya juga dari Madura, beliau sering merasa kesal dengan para anggota yang susah di atau kendati aturan yang diterapkan bagi para anggota FBR cukup ketat.

Masih ingat semasa beliau menjabat sebagai anggota DPA RI (dewan pertimbangan agung) yang sekarang dibubarkan , beliau menggunakan jabatannya untuk kepentingan umat Islam dalam memerangi gerakan kristenisasi, sampai selesai jabatannya bahkan sampai beliau menghadap Allah, semoga Allah merahmatinya.

Semoga jasa dan perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi kita semua terutama para santrinya , dan di malam natal, al-hamdulillah untuk ke sekian kalinya admin mengumpulkan semua santri untuk diberi pemahaman secara lebih mendalam tentang bahaya kristenisasi.

Selamat jalan Guru kami , saya akan berusaha melanjutkan cita-citamu perjuanganmu yang telah memberikan inspirasi untuk saya berani melawan gerakan kristenisasi.

Saudaraku Jagalah Aqidahmu

Diposting oleh Mastindi | 15.52 | | 0 komentar »

Natal sudah di ambang pintu, sebuah kesyirikan besar akan di langsungkan dan menjadi agenda tahunan secara formal, bahkan bagian dari hari libur Internasional, tempat-tempat umum dari layanan masyarakat , hotel dari kelas melati sampai berbintang, mini Market sampai super Market menyambutnya dengan meriah seiring acara menyambut tahun baru, jauh lebih meriah dari sambutan tahun baru Islam (Hijriyah) bahkan hari raya idul fitri atau Idul Adha, hal ini terjadi karena yang menyambut dan merayakan bukan hanya yang berkewajiban (kaum Nasrani) namun juga saudara kita se Iman se Aqidah yang tipis Imannya atau kurang pahamnya terhadap aqidahnya, dengan argumentasi atau alasan solidaritas dan nasionalisme demi persatuan dan kesatuan bangsa, meski hanya sekedar mengucap “Selamat hari natal. Mereka mengatakan “tidak apa-apa karena orang Nasrani juga mengucapkan “selamai hari raya Idul Fitri atau Adha pada saat kita merayakannya.

Pada Ucapan “selamat, inilah yang mesti kita pahami, bila mereka kaum Nasrani mengucapkan selamat pada hari raya kita, hal itu tidak mengganggu atau merusak keyakinan mereka karena ini hanya hari raya atau hari besar hari di mana kata Rasulullah saat umatku bersuka ria, namun ucapan”Selamat hari Natal kita kepada kaum Nasrani, jelas dampaknya kepada Aqidah kita karena kita telah merestui ketuhanan Yesus yang menjadi keyakinan mereka , karena NATAL berarti kelahiran anak tuhan (Allah) dalam doktrin mereka yang menyebabkan kita jatuh dalam dosa Syirik (dosa besar yang tiada terampuni) dan jelas telah merusak tauhid Rububiyah kita selaku Muslim.

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, (QS 112; 1&3)

Bila ada yang mengatakan “tidak apa-apa ucapan selamat itu, karena kita berarti mengucapkan selamat atas lahirnya nabi Isa, lalu pertanyaannya , benarkah nabi Isa AS lahir pada tanggal tersebut ? walau tidak komplit dalam perpustakaan pengajian di rumah juga mengkoleksi Injil sebagai kelengkapan perpustakaan, dari beberapa Injil baik Markus, Matius, Yunus dan Lukas tak ada kejelasan yang pasti tentang tanggal lahirnya, hanya semua Injil menyebut “pada malam hari saat sang gembala menggembalakan domba , ini berarti pada Musim panas sesuai dengan al-Qur,an , yaitu nabi Isa lahir pada Musim Korma berbuah (karena kalau siang hari sengatan matahari sangat terasa) bukan musim salju, kalau begitu apa arti kapas yang melambangkan salju, juga pohon Cemara yang tak terdapat di Palestina sebagai daerah tempat kelahiran nabi Isa AS.

Aqidah adalah hal yang mendasar dalam keyakinan kita untuk kita jaga kebersihannya bahkan perjuangan Rasulullah selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah adalah dalam masalah ini sebelum ayat-ayat tentang ibadah Syareat yang lain turun,maka mengotorinya adalah dosa besar.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS 4;48)

Bahkan rukun Islam yang pertama juga masalah Aqidah yaitu pengakuan , Sumpah dan Ikrar akan ke Esaan Allah yang tiada sekutu dan setara dengannya.

Toleransi dalam beragama harus memang kita jaga , dan agama yang mempunyai toleransi yang jelas adalah agama kita (Islam) dalam sebuah ayat dijelaskan :

Bagimu agamamu dan bagiku agamaku (QS 30; 109)

Sebagai pesan terakhir, kiranya cukup, bila kita menegaku Muslim sebuah ayat untuk menyadarkan kita dari kekhilafan yang selama ini mungkin kita lakukan.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS 5;17)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun. (QS 5;72)

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS 5;73)

Wallau a’lam bissawab

Pesan ! bagi sohib yang membacanya silahkan tuk disebar luaskan artikel ini ASLI bukan copas kecuali gambarnya.