MagzNetwork

Adab makan

Diposting oleh Mastindi | 04.02 | | 0 komentar »

Islam adalah agama yang paling sempurna, adapun kesempurnaannya di wujudkan dgn adanya adab dan tata cara dalam segala hal tidak terkecuali saat kita makan,

Bagaimana adab makan dalam Islam ?

Dalam sebuah kitab (syarah tanbihul ghafilin penerbit darul-fikr yg disusun oleh ,Abu latis nasir bin Achmad bin Ibrahim as-Samarkandi pada halalan 343 pada bab Fi adabi akli
Dijelaskan “

1. sangat disukai sebelum makan kita mencuci tangan (al-hadits)

2. jangan makan makanan yang panas, karena nabi bersabda “ dinginkan makanan karena pada makanan yang panas tidak ada keberkahan

3. jangan meniup & bernafas dalam makanan dan minuman sebagaimana sabdanya “ janganlah kamu meniup makanan dan minuman karena itu seburuk buruk prilaku dalam hadits yg lain “nabi melarang meniup dan bernafas dalam bejana.

4. Jangan makan dan minum sambil berdiri “janganlah kamu minum sambil berdiri (al-hadits)

5. Memulai dengan basmalah atau membaca Bismillah fiakhirihi bila lupa (al-hadits)

6. Makan dengan tangan kanan sebagaimana sabdanya “ janganlah salah seorang di antara kamu makan dan minum dengan tangan kiri, sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kiri.

7. Sunnah untuk tidak mengambil makanan dari tengahnya

8. Mengambil dengan segera makanan yang terjatuh sabdanya “apabila jatuh sebutir makan maka hendaklah kamu mengambilnya.

9. Jangan menyisakan makanan walau hanya sedikit di piring, karena kita tidak tahu di butir mana keberkahan makanan itu beerada (al-hadits)

10. Menjilat tangan sebelum membasuhnya

11. Membaca hamdalah setelah selesai.

Inilah sedikit tata cara dalam makan, yang dalam kitab yang lain lagi kita akan menemukan adab yang lebih ringkas atau bahkan lebih disempurnakan lagi.

Merantau ke negeri lain

Diposting oleh Mastindi | 16.33 | | 0 komentar »

Seorang ibu sedang melarungkan sesuatu ditepi sebuah sungai, saat ditanya, ternyata ia sedang melarungkan ari-ari sang bayinya, dgn harapan kelak menjadi seorang perantau.

Adakah yang membanggakan dari seorang perantau, hidup dinegeri orang, jauh dari sanak saudara, bahkan pepatah mengatakan “hujan uang di negri orang lebih baik hujan batu dinegri sendiri,.

Mencari penghidupan yg lebih baik, mencari ilmu atau mengadu nasib, itulah alasannya. Merantau boleh jadi merupakan sebuah pilihan atau solusi manakala kampung halaman tak cukup memberikan lahan kehidupan bagi penghuninya, dan ini bukan sesuatu yang buruk bagi kelangsungan kehidupan di desa, boleh jadi sebuah dusun atau kampung menjadi sepi karena mayoritas penduduknya merantau,toh suatu saat , seperti pada hari raya mereka kembali.
Dan tahukah anda,.? Dana yang dikirimkan untuk sanak saudara, orang tua dari tempat perantauan itulah yang turut menggerakkan roda ekonomi di desanya,. Pernahkah kita membuat survei , berapa jumlah uang yang mengalir dari kota ke desa, berapa jumlah uang yang beredar dari akumulasi transaksi ? di pasar warung-warung dan toko-toko, selain jual beli dalam bentuk barter (tukar barang).

TKI atau tenaga kerja Indonesia, mereka juga perantau, bahkan disebut pahlawan devisa, mereka juga turut menggerakkan roda ekonomi negeri kita, bahkan dolar yang mereka kirimkan, menambah stok di pasar uang/bursa sebagai penyeimbang rupiah.
Lalu struktur pemerintahan dari RT hingga presiden yang ada di jakarta sebagian besar bukan orang Betawi, itu berarti mereka juga perantau.

Islam mengajarkan kepada kita , agar kita tidak diam di satu tempat saja dalam mencari karunia Allah,.

Allah lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur (QS 45;12)

Pesona dan makna sebuah rumah

Diposting oleh Mastindi | 02.17 | | 0 komentar »

Rumah” bagai miniatur kampung halaman, disitulah kita besar bahkan mungkin kita lahir disitu, memberikan naungan dan ketenangan dan tempat berpulang saat lelah mencari nafkah, banyak kenangan baik suka maupun duka yg kita lewati dalam sebuah rumah.

Dalam bahasa arab rumah disebuat “BAITUN, berasal dari kata kerja BATA , artinya menginap adapun baitun adalah akar katanya, berarti penginapan, itu artinya, sebuah rumah adalah sebuah istana kecil yg sangat menyenangkan siapa saja yg mampir dan bertamu, sampai rasulullah bersabda “ Baiti jannati (rumahku laksana surga bagiku), dan dalam kalimat yang lain rumah disebut “MANZILUN , artinya “tempat turun, dalam hal ini rumah sebagai “tempat berpulang, saat lelah dari safar,dan mencari nafkah, dalam sinonim yang lain rumah juga disebut “MASKANUN, artinya “ tempat yang tenang, begitulah seharusnya fungsi sebuah rumah, menenangkan dan menyejukkan bagi pemiliknya,.

Hampir setiap suku, masyarakatnya dalam setiap trah atau keluarga mempunyai sebuah “rumah besar, sebuah rumah yg menjadi symbol pemiliknya, dan semakin tua sebuah rumah semakin banyak menyimpan sejarah , sejarah sebuah keluarga berikut keturunannya, belasan, puluhan tahun bahkan ratusan tahun kemudian siapa saja yg pulang ke rumah itu berarti “masih satu darah yg dikenal dgn DINASTI.

Pernahkah anda mendengar tentang ‘Aura, inner bauty atau pesona ? walau rumah adalah benda mati dia memiliki aura atau pesona yang berkaitan dgn pemiliknya, itulah sebabnya rasulullah pernah bersabda

“ jangan jadikan rumahmu seperti kuburan, yang didalamnya tak pernah terdengar bacaan al-Qur,an dan tidak pernah dijadikan tempat shalat al-hadits)

Sebuah rumah akan hilang pesonanya manakala sang pemilik memutus hubungan dengannya (rumah), atau sebaliknya menjadi lebih menyenangkan bila sang pemilik selanjutnya adalah orang yang shaleh, dan tentunya pancaran dari rumah itu akan menyenangkan bagi yang hatinya merasa ada kecocokan dgn inner bautynya, ibarat masjid sebagai “rumah Allah, maka tentunya yang senang tinggal di dalamnya adalam orang beriman , karena orang beriman didalam masjid ibarat ikan didalam air, cocok,..

Wahyu keprabon, itulah orangtua kita menyebutkan, angker & nyaman bagi sebuah rumah sebetulnya bisa diciptakan oleh pemilik atau penghuninya, bagimana perasaan anda bila dihidangkan makanan & minuman yg sangat enak namun dipersilahkan dengan cara kasar ?, atau sejumput goreng singkong dan secankir teh, namun dihidangkan dengan wajah ceria,..

Ingin meresapi inner bauty atau pesona sebuah rumah ? energy positif ataukah negative yang kita rasakan ?

Mohon maaf, bukan bermaksud takabbur (naudzu billah) rumah yang kami tempati kini beserta keluarga dahulunya disebut “rumah setan, betapa tidak,. Pemiliknya konon katanya selalu melakukan praktek ritual setiap malam tertentu, bahkan dilantai atas kerap ditemui makluk halus yang menakutkan, al-hamdulillah ketika kami pindah ke rumah tersebut dengan membawa serta santri-santri dari rumah lama, hal yg diceriterakan tak pernah terjadi, nyaman dan menyenangkan bahkan ada yg mengatakan kalau rumahku memakai AC, itulah kesan setiap ibu-ibu majlis taklim yg hadir mengaji,. Semoga insya Allah..

kesalahn dalam Qurban

Diposting oleh Mastindi | 06.12 | | 0 komentar »

Mendekati hari raya haji atau Qurban (‘idul adha) jadi teringat peristiwa beberapa tahun silam, waktu itu kebetulan ibu mertrua berkorban seekor kambing yang lumayan besar yg diserahkan kpd panitia qurban, berbarengan “kalau tidak salah , istriku ingin sekali sate kambing, maka malam harinya, melalui seorang ikhwan yg juga panitia, ibu mertua memesan paha belakang kambing dari Qurbannya utk istriku , dia bilang akan disampaikan kpd ustadz sebagai ketua panitia, esoknya sebagaimana disunnahkan pemilik menyaksikan, maka ibu menyuruhku untuk mewakilinya sambil meminta pesanannya.

sebagaimana biasa sebelum penyembelehan sang ustadz memberikan tausia kpd yg hadir berkenaan dgn qurban, saat itulah sang ustadz mengatakan bahwa yg berqurban dilarang meminta bagian dari hewan qurbannya meski hanya sekerat daging, dia berlogika , “karena hewan yang dikorbankan akan menjemput pemiliknya kelak pd hari Qiamat menuju padang masyar, maka kita dilarang mengambil bagian agar dijemput dgn hewan yg utuh, tidak buntung kakinya , atau kepalanya karena kita sebagai pemiliknya mengambil bagian di dunia, tak satupun dalil keluar baik dari al-Qur,an maupun hadits dlm masalah ini, yah !.. hanya dalil “aqli (logika)

dgn perasaan kecewa dan heran akhirnya aku pulang, namun sebelumnya dgn bercanda aku bilang kpd salah seorang teman yg juga menjadi panitia, “kalau hewan yg kita korbankan berupa kambing mungkin gak apa-apa kalau di naiki 1 orang tapi kalau sapi tega banget yah, yg korban kalau harus naik semua 7 orang,.. “hus !.. dia ustad yg dituakan disini, balas temenku, dgn perasaan yg agak dongkol (maklum darah muda he he) aku bilang “ belajar lagi deh tuh ustadz !..

Berkata sufyan atsauri dari Mansur bin Ibrahim tentang ayat (makanlah hewan Qurban sebagiannya QS 22;28) bersabda “ adalah org Musyrik mereka tidak makan dari sembelihan mereka, maka diringankan bagi muslimin, siapa yang ingin makan , makanlah, siapa yang tidak maka jangan makan, (HR Mujahid dan “atha) sayarah Tafsir Ibnu Katsir Jus 2 halaman 225 cet. Qairo

Para ahli tafsir menjelaskan, kalimat MIN bermakna sebagian (ba’dun) maka pemilik boleh membagi menjadi 2 sebagian

1 bagian untuk yg berqurban, 1 bagian lagi untuk fakir miskin.

Dalam pendapat yang lain dijelaskan menjadi 3 bagian.

1 bagian untuk yg berQurban, 1 bagian untuk fakir Miskin, 1 bagian utk hadiah (berarti boleh juga di berikan kepada yang mapu)

Bila anda bisa membaca kitab kuning silahkan dibuka dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir jus dua dari halaman 225 s/d beberapa halaman berikutnya , tepatnya surat al-Hajj dari ayat 28, atau juga bisa dilihat pada kitab Fiqhus sunnah sayyid Sabiq pada jus lima bab Qurban .

Bagaimana jika yg punya tidak doyan, atau ia ingin memberikan keseluruhan hewan Qurban karena ia sdh terbiasa menjadi makanannya, atau hewan tersebut dikirimkan ke tempat musibah ? hal ini dibolehkan oleh Jumhur ulama, karena yg tidak boleh bukan masalah makan atau tidaknya, tapi yg diinginkan rasulullah agar Qurban umatnya menyelisihi Qurban Musyrikin, berarti masalahnya pada I’tiqad dalam hati, apakah yg kita yakini seperti logika ustadz di atas, atau Karena alasan tersebut ?(tidak doyan dan ingin memberikan semuanya)
Akhirnya benarlah apa yang disampaikan Allah dalam al-Qur,an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS 17;36)

Mohon maaf !..bukan hendak menggurui , tapi betapa banyak orang yg tidak brkompeten mengeluarkan pendapat dgn logika yg ia tidak tahu bahkan bertentangan dgn sumber aslinya, yaitu al-Qur,an, wallau a’lam.

jangan remehkan shalat

Diposting oleh Mastindi | 16.35 | | 0 komentar »

Saat mengisi majlis Taklim ibu ibu dalam bab shalat, dan sangsi bagi yang meninggalkannya, seorang jamaah curhat “

Ibu. Saya ingin sekali shalat, tapi moshalla di tpt kerja sangat sempit, mesti berdesakan di tambah lagi jam istirahat yg hanya 15 menit, kapan waktu makannya ? mukena juga gantian..

Saya. Bagaimana dgn tempat , maksud saya PT yang lain ? apa juga sama ?

Ibu . di PT tpt kerja temen yg agak jauhan enggak berdesakan, soalnya moshallanya agak besar dan ada marbootnya, lebih bersih dan mukenanya juga banyak, kata temen saya yg kerja di sana,.

Saya. Kok gak pindah aja kesana ?

Ibu. Yah ! di sana gajinya kecil jarang lemburannya.

Saya . jam berapa berangkat kerja,. Apa bapak tidak kerja ?

Ibu,. Jam 5 subuh, pulang jam 10 malam, bapak kerja ngojek..

Dialog di atas, dan apa yg dikeluhkan ibu tadi sebenarnya juga mewakili ibu ibu atau jamaah yang lain, sebenarnya, masalah mereka bisa di atasi dgn dialog, yang difasilitasi serikat kerja yang ada, toh para taipan itu (pemilik perusahaan) rata rata adalah orang asing, semestinya mereka tunduk pada aturan yg ada di negri ini, yaitu memberikan kesempatan ibadah dan tempat yg memadai utk karyawannya, menurut asumsi saya, ada dua hal yang menjadi pokok permasalah saya dalam hal ini,

Pertama : pemilik perusahaan yang rata-rata ateis atau paling tidak tidak se Aqidah dgn karyawannya, sehingga mereka bersikap masa bodoh.

Kedua ; para karyawan itu sendiri yang tidak begitu merasa perlu, menjalankan kewajiban agamanya termasuk shalat sehingga mereka mengabaikan hal trsebut. Hal ini disebabkan karena mereka bekerja seperti robot atau di porsil sedemikian rupa, atau karena tuntutan kebutuhan keluarga yang begitu besar.

Pindah tempat kerja, mungkin itulah solusinya, tapi gaji kecil menjadi pertimbangan, disinilah mungkin yang perlu diperjelas,. Sebab besar kecil itu relative, pertanyaannya !.kenapa yg kerja di tempat yang dianggap bergaji kecil itu juga bisa hidup, menafkahi keluarganya, bahkan mungkin bisa menabung,? jawabannya ,. Mungkin itulah yang disebut “Berkah, sebab rizeki yg tidak berkah bagaikan uap, mudah memuai tak jelas kemana arah perginya,mudah hilang hanya dgn tiupan angin, yang ada kurang dan kurang..

Dalam sebuah ayatNya Allah berfirman “

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali, (QS 4;97)

Andai saja kita menyadari betapa pentingnya pengabdian terhadap sang pencipta, mungkin kita tak akan sempat ke mana mana, ingin ibadah dan ibadah, meski ibadah bukan hanya shalat, kerja yg halal juga bernilai ibadah, bahkan kata rasulullah, “seorang yg mati disebabkan pekerjaan halalnya, maka matinya adalah syahid, (tentu tak setinggi shahid membela agama Allah di medan perang), tapi shalat adalah ibadah utama yang menjadi barometer bahkan menjadi sayarat diterimanya amal yang lain,. Intinya “bila shalat ditinggalkan maka semua amal yg lain dianggap batal/tidak ada, naudzu billa..