MagzNetwork

Shalat

Diposting oleh Mastindi | 01.20 | | 0 komentar »

Secara Istilah Shalat bermakna doa, Shalat adalah Masdhar atau akar kata dari SHALA , YASHLI, SHALATAN

Kalaimat shalat dgn makna doa terdapat dalam surat Attaubah ayat 103,

adapun Shalat secara iStilah Fuqaha ialah “Ucapan dan gerakan yang dimulai dengan Takbir dan di akhiri dgn Salam dengan syarat syarat tertentu.

Shalat adalah kewajiban yang sifatnya Fardhu ‘aen (kewajiban personal) dan menjadi rukun Islam yang ke dua,

Hukum meninggalkannya

Menurut pendapat Acmad, Ishaq dan Ibnu Mubarak dibunuh.

Adapun menurut Imam Syafi’e, Maliki dan Abu Hanifa dihukum pukul atau ta’zir dan di kurung sampai ia shalat.

Iblis dan Setan

Diposting oleh Mastindi | 01.37 | | 0 komentar »

Kalimat IBLIS meskipun terdapat dalam al-Qur,an , mayoritas ahli bahasa Arab sepakat bukan bahasa Arab, melainkan “ajam oleh karena itulah ia tercegah dari proses Tashrif (suatu proses perubahan kalimat dalam bahasa Arab), namun begitu terdapat pula kosa kata dalam bahasa Arab yakni “ABLASA, (kalimat prediket)yang bermakna “kurang kebaikannya, dan akar kata dari kalimat ini (ABLASA) org Arab mengatakan “al-yaksu min rahmatillah, yakni jauh dari rachmat Allah, atau jauh dari kebaikan.

Adapun Iblis secara syareat Adalah dari bangsa Jin, sebagaimana yang Allah jelaskan dalam al-Qur,an

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.(QS 18;50)

dan Iblis adalah nenek moyang dari Setan , adapun Iblis sendiri tetap hidup hingga kini, sebagaimana janji Allah kepada Iblis.

14. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".

15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS 7;14 s/d 15)

Sebagaimana IBLIS kalimat “SETAN juga ‘ajam (bukan bahasa Arab) namun orang arab mengistilahkan dengan “Ba’ada minal khair, maknanya ‘jauh dari kebaikan.

Bila Secara hakikat Iblis atau Setan terhijab dari mata manusia, namun secara istilah banyak juga manusia bersifat keduanya, lihat surat An-Nas , disitu Allah menjelaskan “bahwa tipu daya itu bukan hanya dari bangsa Jin (Iblis dan Setan) dari juga dari manusia, naudzu billah min dzalik.

Referensi: Al-Aqaid dan assasul Balaghah.

Aqidah

Diposting oleh Mastindi | 01.33 | | 0 komentar »

Aqidah merupakan Isim sifat atau Fa’il yang secara lughawi berarti “yang mengikat, kata yang merupan keluarga dari “aqidah ini terdapat dalam beberapa ayat pada beberapa surat , di antaranya dalam surat al-falaq ayat 4 (al-‘uqad) yg maknanya tali ikatan , juga pada surat 2 ayat 235 (‘uqdah) artinya perjanjian,dan pada surat 5 ayat 89 dalam bentuk fi’il (kata kerja) yang berarti sumpah dan pada suarat 20 ayat 27 bermakna kekakuan.


Namun secara syareat atau dalam istilah syareat Aqidah menurut sayyid Sabiq ialah , Ke imanan, sebab apabila kita mengatakan “orang itu kuat ke Imanannya , itu berarti kuat Aqidahnya.


Apabila kita kembali kepada makna Aqidah itu sendiri secara bahasa, Aqidah bias bermakna Ikatan seseorang dgn khaliknya, yang kita kenal dalam bahsa Indonesia sebagai idiologi.
Aqidah juga merupakan pondasi dalam sebuah bangunan Islam dengan konsep Sumpah , yaitu dengan lafadz “ Laila ha Illallahu.

wallau a'lam

Nikmat tidur

Diposting oleh Mastindi | 08.13 | | 0 komentar »

Tidur adalah salah satu nikmat Allah diantara sekian banyak nikmat Nya tak tak terhitung, bagi sebagian orang yang sedang letih karena kesibukan dalam bekerja, kata tidur terasa lebih menyenangkan di telinga bahkan lebih merdu dari nyanyian apapun, laksana Beduk maghrib di saat puasa.

Dalam sebuah artikel tentang kesehatan saya pernah membaca, tentang sebuah penelitian dengan media beberapa ekor anjing yang dikurung dalam dua kandang, pada kelompok kandang pertama dibiarkan tidur namun diberi makan, dan pada kandang kedua dibiarkan makan namun tidak dibiarkan tidur, dgn cara dibunyikan suara suara keras, intinya dilakukan berbagai cara agar anjing di kandang kedua tidak dapat tidur,. Dan hasilnya di hari ke tiga, satu persatu anjing di kandang kedua (yg tidak tidur) mati , adapun di kandang pertama juga mati tapi pada hari ke lima.
Pernah membaca atau mendengar tahanan AS di Guantanamo ? mereka adalah saudara saudara kita yg se Iman yang di tahan karena tuduhan teroris, diantara siksaan yang di lakukan tentara AS adalah menyiksa tahanan dgn tidak dibiarkan dapat tidur,. Itulah siksaan pisik yang paling menyakitkan di antara yg lain, dapat kita gambarkan pada saat kita susah tidur padahal dalam rumah sendiri.

Tidur yang di awali rasa kantuk adalah reaksi tubuh agar kita istirahat, dan adalah tindakan bijak dan termasuk diantara akhlak kita terhadap tubuh kita, sebagaimana yg disabdakan rasulullah, yang intinya tubuh kita juga punya hak., maka bila kita mengantuk tidurlah, jangan kita tahan dgn obat kecuali utk suatu keperluan yang sangat urgen.dalam sebuah ayat Nya Allah berfirman.

dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, (QS 78;9)

Ayat tsb tentunya tidak hanya sekedar mengatakan “tidur untuk istirahat, namun lebih dari itu, kata istirahat itulah yang perlu kita maknai, artinya tidur yang kita lakukan adalah karena letih dari sesuatu hal yang telah dapat atau sedang kita kerjakan, terlebih hal itu banyak memberi manfaat bagi orang lain, alangkah indahnya bila kita bangun dari tidur ada sesuatu karya yang kita dapat lihat dan saksikan yang kita lakukan sebelum tidur, itulah (mungkin menurut saya) tidur sebagai media istirahat, karena betapa banyaknya orang yang tidur , bukan karena lelah tapi karena kebiasaan, lalu mengantuk ,tidur bermimpi, tanpa ada hal yang di banggakan pada saat bangunnya.
Karena itu,.Syukuri nikmat Allah berupa tidur ini, dengan makna yg sesungguhnya,karena pada saat tidur kita seperti berlatih mati, ini dapat kifahami dari doa tidur yang artinya,

“dengan nama Allah aku hidup dan dengan nama Allah aku mati” (al-hadits)

Dan juga bangun doa dari bangun tidur yang artinya

“segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada Nya kami pasti kembali. (al-hadits).

Adzab neraka dlm faham ahlus sunnah

Diposting oleh Mastindi | 01.46 | | 0 komentar »

Suatu ketika ada beberapa orang ikhwan meminta untuk belajar gramatika bahasa arab tingkat dasar yaitu nahwu & sharraf sebagai bekal dalam tarbiyah, seperti biasa setelah belajar diisi dgn diskusi berbagai hal termasuk masalah aqidah, seorang ikhwan mengutarakan pendapatnya sebagai hasil kajian dari majlisnya (katanya) bahwa azab neraka itu abadi, argumentasinya didasari beberapa ayat yg menyatakan tentang itu yang selalu di ikuti dgn kalimat “Khalidina fiha abada, yang artinya “mereka kekal di dalamnya (neraka) selama-lamanya,. Saat itu saya teringat kajian khusus Ramadhan tentang Ilmu Kalam yang disampaikan oleh Ustadz di sebuah pon pes. Kalau tidak salah ini adalah merupakan sebahagian dari faham Mu’tazilah (suatu faham yg mengedepankan logika).

Dalam Faham as-‘ariyah atau ahlus sunnah wal jama’ah, seorang mukmin akan disiksa dalam neraka sesuai dgn kadar dosa yg telah ia perbuat selama ia hidup di dunia yg lalu ia mati tanpa sempat bertaubat, Sayyid Sabiq dalam kitabnya AL-‘AQAID (cetakan Darul Fikri Beirut Lebanon hal 295 s/d 300)pada bab “Mukmin tidak kekal di dalam neraka” beliau memberikan argumentasinya dari Qur,an maupun Sunnah, diantaranya sebuah hadits dari anas r.a berkata


“bahwasanya rasulullah saw bersabda.” Akan keluar dari Neraka orang yg berkata “la ilaha illallahu, dan pada hatinya ada kebaikan walau sebesar zarrah HR Bukhari ,Muslim dan Tirmidzi)


Dalam al-Qur,an juga ada dialaog antara penghuni surga yang sudah lama masuk dgn yang baru masuk,


“40. Berada di dalam syurga, mereka tanya menanya,
41. Tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
42. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
43. Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,
44. Dan Kami tidak (pula) memberi Makan orang miskin,
45. Dan adalah Kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
46. Dan adalah Kami mendustakan hari pembalasan, (QS 74:40 s/d 46)


Beliau melanjutkan penjelasannya dengan sebuah hadits tentang syafa’at rasulullah untuk ummatnya dengan syarat ummatnya tersebut tidak berbuat syirik.


Dari ungkapan ikhwan tadi , dgn tidak berprasangka buruk, mungkin syirik inilah yang membuat seseorang kekal dalam neraka,sebab Allah mengampuni semua dosa selain dosa syirik.


48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS 4;48 & 116)